Rabu, 01 Juli 2020

Dunia ini begitu kejam, kegagalan selau menerpa, manusianya juga begitu kejam, rasanya aku tidak ingin hidup lagi didunia ini, tapi apakah kehidupan setelah dunia ini akan lebih indah? Aku juga bukan orang yang suci...

Sabtu, 12 Januari 2019

SKRIPSI ANALISIS PENEREPAN AKUNTANSI PADA YAYASAN (by mesti)


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sektor pendidikan di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat. Selain sektor pendidikan perkembangan praktek akuntansi di Indonesia beberapa tahun terakhir ini juga sangat pesat khususnya dalam dunia bisnis. Namun, akuntansi tidak saja digunakan dalam praktek bisnis, tetapi akuntansi juga digunakan pada organisasi non profit. Organisasi, apapun bentuk organisasinya dalam kegiatan mengelola keuangan selalu saja harus membuat keputusan yang dipengaruhi oleh kondisi keuangannya, dan juga  akan mempengaruhi kondisi keuangan organisasi. Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang mencari laba.
Text Box: 1Akuntansi merupakan seni mencatat, penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan sebagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakaianya. Ada dua macam dasar pencatatan akuntansi yang lazim digunakan oleh suatu perusahaan, yaitu dasar kas (cash basis) dan dasar akrual (accuerd basis). Dalam akuntansi berbasis akrual pengaruh dari suatu transaksi lansung diakui pada saat terjadinya, bukan pada saat penerimaan atau pengeluaran kas, jika usaha memberikan suatu jasa, melakukan penjualan atau menyelesaikan suatu beban, maka transaksi tersebut akan lansung dicatat tanpa memperhatikan apakah kas sudah diterima atau dibayarkan. Sedangkan dalam akuntansi berbasis kas suatu transaksi baru dicatat dan diakui apabila sudah berpengaruh pada kas
 Proses atau siklus akuntansi meliputi: Pertama, melakukan indentifikasi atau kejadian yang akan dicatat. Proses kedua, adanya bukti transaksi yaitu bukti atas kejadian sebuah transaksi untuk membuat laporan. Proses ketiga, melakukan pencatatan transaksi kedalam buku jurnal. Buku jurnal adalah suatu media yang digunakan untuk mencatat transaksi secara kronologis. Proses keempat, yaitu memposting kedalam buku besar. Buku besar merupakan buku yang berisi kumpulan akun/perkiraan. Proses yang kelima adalah: membuat neraca saldo yang menunjukkan antara debet dan kredit dalam buku besar. Proses keenam, membuat lapoaran keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal. Dan tahapan terakhir adalah: penutup dan penyesuain kembali. Penutupan pembukuan merupakan proses pemindahan saldo-saldo perkiraan sementara keperkiraan modal melalui jurnal penutup.
Laporan keuangan berisikan informasi keuangan terdiri dari berbagai macam laporan keuangan : (1) perhitungan laba rugi, yang menggambarkan hasil operasi perusahaan selama satu periode tertentu, (2) neraca, menunjukkan keadaan keuangan atau posisi keuangan pada saat tertentu, (3) laporan perubahan posisi keuangan, yang menerangkan sumber dan penggunaan dana, (4) laporan perubahaan modal, merupakan suatu daftar yang memuat ikhtisar terperinci tentang perubahaan modal dalam satu periode tertentu dan (5) catatan atas laporan keuangan, berisi tentang penjelasan akun-akun dalam laporan keuangan.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mengatur penyusunan laporan keuangan organisasi nirlaba, yaitu dengan adanya Pernyataan Standar Akuntan Keuangan (PSAK No.45) tahun 2011 tentang Akuntansi Nirlaba. Dengan mengikuti PSAK No.45 tahun 2011 organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyediakan informasi keuangan yang paling  relevan dan paling mudah dipahami oleh para penyumbang, kreditur, dan pemakai lain di luar organisasi. Akuntansi yayasan merupakan mekanisme peringkasan, pencatatan, dan  palaporan transaksi yang terjadi dalam kurun waktu tertentu pada suatu entitas. Maka dari itu dalam organisasi pendidikan, akuntansi diperlukan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan yang terkait dengan pendidikan. Laporan keuangan yayasan terdiri dari lapoan keuangan posisi keuangan (neraca), laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Yayasan Nurul Iman Rengat Kabupaten Indragiri Hulu adalah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan berupa Madrasah Tsanawiyah. Yayasan adalah sebuah organisasi nirlaba, maka informasi keuangan yang dihasilkan selain untuk kepentingan pihak manajemen yayasan, donatur, masyarakat. Informasi keuangan tersebut juga dibutuhkan oleh pihak pemerintah.
Berdasarkan data yang diperoleh Yayasan Nurul Iman menggunakan sistem pencatatan basis acrual (accrual basis) yaitu  pencatatan transaksi dan peristiwa yang ada pada saat terjadinya. Dalam  penerimaan pembayaran SPP, SPP yang dibayarkan oleh siswa dicatat sebagai Pendapatan dan untuk pencatatan penunggakan SPP dicatat sebagai piutang SPP.  Sedangkan  proses akuntansi  yayasan dilakukan dengan cara mencatat setiap transaksi yang terjadi ke dalam buku harian penerimaan kas dan pengeluaran kas. Selanjutnya dari buku harian direkap ke dalam buku bulanan dan proses selanjutnya dengan melakukan penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca. Laporan laba rugi dilakukan dengan menbandingkan jumlah pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan. Neraca mengambarkan tentang aktiva, kewajiban dan modal yang diperoleh dalam suatu periode.
Penyajian laporan keuangan yayasan nurul iman di neraca terdiri dari aset lancar  dan aset tetap. Aset lancar terdiri dari kas, piutang, perlengkapan, biaya dibayar dimuka, aktiva tetap, hutang dan modal. Pada tahun 2015 saldo akhir kas yayasan sebesar Rp. 237.683.726 (lampiran 1) tahun 2016 saldo kas sebesar Rp.306.573.053,- (lampiran 3) penambahan saldo kas dari tahun 2015 ke tahun 2016 karena adanya transaksi pendapatan SPP, bantuan dari pemerintah, pendapatan sewa kantin. Piutang tahun 2015 sebesar Rp.32.660.000,- (lampiran 1)tahun 2016 sebesar Rp. 45.210.000,- (lampiran 3) perubahan saldo piutang usaha tersebut karena adanya SPP yang tertunggak dan pinjaman guru dan karyawan kepada yayasan. Perlengkapan tahun 2015 sebesar Rp.9.849.888,- (lampiran 1) tahun 2016 sebesar Rp.19.987.650,- (lampiran 3) kenaikan saldo perlengkapan dari tahun 2015 ke 2016 karena adanya transaksi pembelian perlengkapan seperti kertas, spidol, tinta printer, box file, dll. dan pada akhir periode yayasan belum melakukan jurnal penyesuaian terhadap perlengkapan yang telah terpakai. Biaya dibayar dimuka tahun 2015 sebesar Rp.24.482.560,- (lampiran 1) ditahun 2016 sebesar Rp. 26.624.190,- (lampiran 3) kenaikan biaya dibayar dimuka karena yayasan belum melakukan jurnal penyesuaian.
Sedangkan penyajian aset tetap yang dimiliki yayasan tahun 2015 di  neraca terdiri dari inventaris Rp. 133.167.569,- (lampiran 1) kendraan Rp.125.835.000,- (lampiran 1) bangunan Rp.288.900,000,- (lampiran 1) dan tanah Rp. 120.000.000,- (lampiran 11). tahun 2016 rincian aset tetap terdiri dari inventaris Rp. 103.304.385,- (lampiran 3) kendraan Rp.104.862.500,- (lampiran 3) bangunan Rp.272.85,000,- (lampiran 3) dan tanah Rp. 120.000.000,- (lampiran 11). Aset tetap tersebut disajikan berdasarkan nilai bersih setelah dikurangi akumulasi penyusutan tanpa menyajikan harga perolehan didalan neraca. Metode perhitungan Aset tetap yayasan menggunakan metode garis lurus (straight line method) yaitu suatu metede penyusutan aset tetap dimana beban penyusutan aktiva tetap pertahunnya sama hingga akhir umur aktiva tetap tersebut. Dari daftar Aset tetap yayasan pada tanggal 24 Juli 2016 yayasan melakukan pembelian 1 unit Leptop dengan harga sebesar Rp.4.557.000,- (lampiran 11) oleh yayasan disusutkan selama satu tahun.
Laporan aktivitas yayasan terdiri dari pendapatan dan biaya operasional. Sebagaimana layaknya perusahaan pada umumnya, jika pendapatan lebih besar dari pada total biaya maka dikatakan laba dan jika total biaya lebih besar dari pada total pendapatan, maka yang terjadi adalah rugi sama hal nya dengan format laporan laba rugi yang digunakan pada perusahaan yang berorientasi laba pada umumnya.
Yayasan Nurul Iman tidak melakukan penyusunan laporan arus kas sehingga tidak ada informasi yang rinci tentang arus kas masuk dan arus kas keluar yang berguna untuk memberikan gambaran yang berhubungan dengan akun kas. Dan catatan atas laporan keuangan juga tidak disajikan dalam laporan keuangan Yayasan sehingga tidak diketahui kebijakan akuntansi yang diterapkan.
Yayasan Nurul Iman dalam  menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca  masih mengunakan format dan akun-akun yang terdapat di dalam laporan  keuangan organisasi bisnis yang kegiatan usahanya untuk mencari laba, sehingga tidak mencerminkan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi nirlaba.
Sehubungan dengan uraian di atas, dan berdasarkan permasalahan yang dikemukakan, penulis sangat tertarik untuk meneliti masalah tersebut, dengan judul : “Analisis Penerapan Akuntansi Pada Yayasan Nurul Iman Kab. Indragiri Hulu”.
B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah penulis kemukakan dalam latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan permasalahan sebagai  berikut: “ Bagaimana kesesuaian penerapan akuntansi yang telah diterapkan pada Yayasan Nurul Iman dengan Prinsip Akuntansi BerterimaUmum“.
C.      Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.   Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis melakukan penelitian pada bidang ini adalah untuk
mengetahui kesesuaian penerapan akuntansi pada Yayasan Nurul Iman dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum.

2.      Manfaat Penelitian
a.       Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang bagai mana penerapan akuntansi keuangan yayasan pendidikan.
b.      Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pihak perusahaan sebagai bahan pertimbangan khususnya kepada pihak manajemen yayasan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam menetapkan penerapan akuntansi keuangan.
c.       Hasil penelitian ini juga diharapkan berguna dan menjadi bahan informasi bagi peneliti selanjutnya yang mempunyai hubungan sejenis dengan penelitian ini untuk dimasa yang akan datang.
D.    Sistematika Penulisan
Dalam mempermudah penyusunan proposal ini, maka sistematika penulisan dibagi atas 6 bab. Dimana dalam masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab, sedangkan antara bab yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan yakni membahas masalah-masalah sebagai berikut :
BAB I     :    Merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, Perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II  :      Pada bab ini akan menguraikan teori-teori yang digunakan sebagai pendukung dalam penulisan ini tentang pengertian yayasan, siklus akuntansi dan laporan keuangan.
BAB III   :  Dalam bab ini mengemukakan metode penelitian yang berisikan objek dan lokasi penelitian, populasi, teknik pengumpulan identifikasi dan pengukuran variabel penelitian dan teknik analisis data.
BAB IV   :  Bab ini membahas sejarah singkat berdirinya yayasan serta sub bagian dalam yayasan yang menjalankan aktivitas rutin, struktur organisasi yayasan dan diskripsi jabatan serta bidang usaha yayasan.
BAB V  :      Bab ini merupakan hasil penelitian dan pembahasan yang berisikan tentang penerapan akuntansi keuangan pada yayasan (Kas Kecil, Piutang, Aktiva Tetap, Pendapatan dan Biaya),dan laporan keuangan dari kegiatan yayasan (Laporan Aktivitas).
BAB VI :     Merupakan bab penutup yang berisikan tentang kesimpulan yang ditarik oleh penulis dan berbagai saran-saranuntuk masa yang akan datang.










Text Box: 9BAB II
TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS

A. Telaah Pustaka
1.  Pengertian Akuntansi
Pengertian akuntansi menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam buku Sofyan Syafri Harahap (2015 : 4) adalah :
Akuntansi merupakan kegiatan jasa yang berfungsi memberikan Informasi kuantitatif,umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai dasar memilih diantara beberapa alteratif.
Sedangkan menurut Jerry J Weygandt, (2009:4) pengertian akuntansi adalah :
Suatu sitem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada para pengguna yang berkepentingan.
Menurut L.M. Samryn, (2016 : 53) definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu:
Definisi dari sudut pandang pemakai : ditinjau dari sudut pandang pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisiensi dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi”
Definisi dari sudut pandang proses kegiatan : apabila ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi”. Definisi ini menunjukan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut berbagai kegiatan.

Berdasarkan definisi yang dikemukakan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa akuntansi adalah:
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yaitu pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi yang fungsinya menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan dari suatu kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi, dan akuntansi biasanya dapat dirumuskan dari dua sudut pandang yaitu: dari sudut pandang pemakai dan dari sudut pandang proses kegiatan.
2.   Pengertian Yayasan
Menurut Indra Bastian, (2010 : 1) yayasan adalah:
Badan hukum yang kekayaannya terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
Menurut Pahala Nainggolan, (2005 : 1) yayasan merupakan:
Suatu lembaga yang didirikan bukan untuk mencari laba semata (nirlaba).
            Berdasarkan definisi yang dikemukakan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa yayasan adalah suatu organisasi yang tidak mencari laba sebagai tujuan utama, namun dengan demikian dapat merealisasi laba yang biasanya disebut dengan nama lain seperti suplus dengan tujuan tertentu dibidang sosial, pendidikan, keagamaan dan kemanusiaan.
Dalam UU Yayasan ada beberapa syarat ketentuan pendirian Yayasan, yaitu: (1). Didirikan oleh 1 (satu) orang atau lebih; (2). Ada kekayaan yang dipisahkan dari kekayaan pendirinya; (3). Harus dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia; (4). Harus memperoleh pengesahan Menteri; (5). Diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Indonesia. (6). Tidak boleh memakai nama yang telah dipakai secara sah oleh yayasan lain, atau bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan. (7). Nama yayasan harus didahului dengan kata Yayasan.
Jika hanya dilihat dari bunyi ketentuan UU Yayasan, dapat disimpulkan bahwa yayasan yang tidak terdaftar di pengadilan negeri, tidak tercakup dalam ketentuan tersebut sehingga sulit untuk mencarikan jalan keluarnya. Dengan kata lain, yayasan tersebut tidak diakui sebagai badan hukum, dan juga tidak disediakan sarana penyelesaiannya. Untuk mencapai tujuan hukum, perlu dicari jalan keluar agar kepastian, keadilan, dan kemanfaatannya dapat tercapai.
Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini, antara lain dengan mengambil perbandingan dengan negara lain. Seperti halnya di Belanda, ketika UU Yayasan (Stichting Wet) diberlakukan, maka yayasan-yayasan yang telah ada sebelum mulai berlakunya Stichting Wet tetap diakui. Hanya saja persyaratannya harus mengadakan penyesuaian dengan undang-undang tersebut, antara lain untuk menyusun kembali anggaran dasarnya dalam suatu akta otentik (akta notaris), dengan tetap mempertahankan sebagai badan hukum.
Persyaratan pendaftaran merupakan suatu hal yang kontradiktif, karena justru di dalam UU Yayasan No.28 Tahun 2004 tidak ada kewajiban bagi yayasan yang baru untuk didaftarkan setelah mendapatkan pengesahan dari menteri. Kewajiban yang dibebankan kepada yayasan setelah disahkan hanyalah kewajiban untuk mengumumkan dalam Berita Negara.
3.   Akuntansi Yayasan Pendidikan dan Ruang Lingkupnya
a.        Peran dan Fungsi Akuntansi Dalam Lingkungan Dunia Pendidikan
Menurut Indra Bastian, (2010 : 56) peran dan fungsi akuntansi dalam dunia pendidikan adalah:
Menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, agar berguana dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam entitas pendidikan.
Kepala sekolah : Kepala sekolah menggunakan akuntansi untuk menyusun perencanaan sekolah yang dipimpinnya, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan.
Guru dan Karyawan : Guru dan karyawan mewakili kelompok yang tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan probabilitas di institusi pendidikan (sekolah). Ini berarti kelompok tersebut juga tertarik dengan informasi penilaian kemampuan sekolah dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
Orang Tua Siswa : Para orang tua siswa berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup institusi pendidikan, terutama perjanjian jangka panjang dan tingkat ketergantungan sekolah.
Supplier/Pemasok : Pemasok tertarik dengan informasi tentang kemungkinan jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo.
Pemerintah : Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan aktivitas sekolah. Informasi dasar ini dibutuhkan untuk mengatur aktivitas sekolah, menetapkan kebijakan anggaran, dan mendasari penyusunan anggaran untuk tahun-tahun berikutnya.

b.        Sistem Akuntansi (Accounting System)
Menurut Pahala Nainggolan, (2005 :45) sistem akuntansi merupakan: Suatu sistem yang diciptakan untuk mengidentifikasi, merangkai, menggolongkan, menganalisis, mencatat dan melaporkan transaksi lembaga serta menyelenggarakan pertanggung jawaban aset dan utang lembaga.
Untuk menghasilkan sistem akuntansi, diperlukan metode dan perangkat tertentu untuk mengolah data yang dikumpulkan. Sistem akuntansi merupakan kumpulan dari :
  1. Dokumentasi atas Transaksi Akuntansi (jurnal, buku bank, buku besar dan lainnya)
  2. Sistem dan prosedur yang di tetapkan untuk semua staf lembaga.
Sistem akuntansi mengakomodasi semua kegiatan keuangan lembaga mulai dari tahap awal yaitu identifikasi kejadian keuangan yang mempengaruhi lembaga sampai pembuatan laporan keuangan dan analisis atas informasi keuangan.
Sedangkan menurut Indra Bastian, (2010:213) sistem akuntansi merupakan:
Prinsip akuntansi yang menentukan kapan transaksi keuangan harus diakui untuk tujuan pelaporan keuangan. Sistem ini berhubungan dengan waktu pengukuran dan pada umumnya dipilih sistem akuntansi berbasis kas dan berbasis akrual.
Sedangkan menurut L.M. Samryn, (2016:03) system informasi akuntansi adalah:
Sekumpulan sumber daya yang dirancang sedemikian rupa untuk mengubah data menjadi informasi, atau seperangkat prosedur formal yang berguna untuk mengumpulkan data, mengolahnya menjadi informasi dan mendistribusikannya kepada pemakai.
4.   Siklus Akuntansi
 Menurut James M. Reeve, (2012 : 171) siklus akuntansi adalah:
Proses akuntansi yang dimulai dengan menganalisis dan membuat jurnal untuk transaksi-transaksi dan diakhir dengan penyiapkan catatan akuntansi untuk transaksi-transaksi periode berikutnya.
Tabel II.1
Siklus Akuntansi
1
Tahap
Pencatatan
a)      Kegiatan pengidentifikasian dan   pengukuran bukti transaksi serta bukti pencatatan.
b)      Kegiatan pencatatan bukti transaksi kedalam buku harian atau jurnal.
c)      Memindah bukukan (posting) dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya kedalam akun buku besar.
2
Tahap
Pengiktisaran
d)     Penyusunan neraca saldo (trial balance)berdasarkan akun-akun buku besar.
e)      Pembuatan ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).
f)        Penyusunan kertas kerja (work sheet) neraca lajur.
g)      Pembuatan ayat jurnal penutup (closing entries).
h)      Pembuatan neraca saldo setelah penutupan (post closing trial balance).
i)        Pembuatan ayat jurnal pembalik (reversing entries).
3
Tahap
Pelaporan
j)        Neraca
k)      Laporan Aktivitas
l)        Laporan Arus Kas
m)    Catatan Atas Laporan Keuangan
Sumber : Indra Bastian, Akuntansi Pendidikan, Penerbit Erlangga,
Jakarta, 2010 Hal. 58

Selanjutnya menurut Hery. (2013:66) siklus akuntasi adalah:
Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menjurnal transaksi , dan yang diakhiri dengan membuat laporan keuangan.

Menurut James M. Reeve, (2012:171) langkah siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
1.      Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal
2.      Memindahkan transaksi tersebut ke buku besar
3.      Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan
4.      Menyiapkan dan menganalisis data penyesuaian
5.      Menyiapkan kertas kerja akhir periode (opsional)
6.      Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memindahkannya ke buku besar
7.      Menyiapakan daftar saldo yang disesuaikan
8.      Menyiapkan laporan keuangan
9.      Membuat ayat jurnal penutup dan posting ke buku besar
10.  Menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

Selanjutnya menurut Sofyan Syafri Harahap (2015:20) siklus akuntansi dimulai dari:
1.      Transaksi/bukti
Adalah setiap kejadian yang mengubah posisi keuangan (kekayaan, utang dan modal) dan hasil usaha perusahaan/lembaga
2.      Buku harian jurnal
Dalam menggunakan jurnal ini perusahaan dapat menempuh dua cara sebagai berikut ini:
a.       Perusahaan hanya memiliki satu jenis jurnal yang disebut general jurnal. Dalam sistem ini semua transaksi dimasukkan ke satu buku jurnal ini saja.
b.      Perusahaan menggunakan dua jenis jurnal, yaitu:
                                             1)      Jurnal khusus;
                                             2)      Jurnal umum
3.      Buku besar
Buku besar merupakan tempat menampung seluruh transaksi yang telah diklasifikasikan melalui jurnal
4.      Neraca lajur
5.      Laporan keuangan
Sedangkan menurut Rudianto (2012:16) siklus akuntansi terdiri dari:
1.      Transaksi adalah peristiwa bisnis yang dapat diukur dengan menggunakan satuan moneter dan yang menyebabkan perubahan di salah satu unsur posisi keuangan perusahaan.
2.      Dokumen adalah berbagai formulir yang menajdi bukti telah terjadinya transaksi tertentu.
3.      Jurnal (journal) adalah buku yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan secara kronologis.
4.      Akun (account) adalah kelas informasi dalam system akuntansi
5.      Posting adalah aktivitas memindahkan catatan di buku jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan jenis transaksi
6.      Buku besar (general ledger) adalah kumpulan dari semua akun yang dimilki perusahaan beserta saldonya.
7.      Laporan keuangan, laporan keuangan terdiri dari laporan rugi laba komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan posisi keuangan, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
5.   Model Akuntansi
Menurut Pahala Nainggolan, (2010:26) dalam pengaturan mengenai laporan keuangan termasuk hal-hal yang disajikan, dipakai suatu model akuntansi. Model ini merupakan suatu konsep ataupun kebijakan-kebijakan akuntansi sehari-hari. Model akuntansi yang dipakai sebagai asumsi adalah :
11.  Entitas bisnis yang terpisah
12.  Asumsi yang berkelanjutan (going concern)
13.  Harga yang wajar (arms length transactions)
14.  Pencatatan dalam suatu moneter (monetary unit)
15.  Ketepatan waktu (time liness) dan periodisasi
16.  Proses pertandingan antara pendapatan dengan biaya (matching process)
17.  Konservatif atau kehati-hatian ( convervatism)
Pertama, yayasan dianggap sebagai suatu entitas bisnis yang terpisah dari kekayaan pendirinya. Kutipan dari UU No. 16 tentang yayasan tahun 2001
Bab II Pasal 9 angka (1) :
Yayasan didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendirinya sebagai kekayaan awal
Bab 1 Pasal 5 angka (1) :
Kekayaan yayasan baik berupa uang, barang maupun kekayaan lain yang diperoleh yayasan berdasarkan UU ini dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung, baik dalam bentuk gaji, upah maupun honorarium atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang kepada pembina, pengurus dan pengawas.
Bab 1 pasal 5 angka (2) :
Pengecualian atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditentukan dalam anggaran dasar yayasan bahwa pengurus menerima gaji, upah atau honorarium dalam hal pengurusan yayasan :
a.       Bukan pendiri yayasan dan tidak terafiasi dengan pendiri, pembina dan pengawas.
b.      Melaksanakan kepengurusan yayasan secara langsung dan penuh.
Kedua, lembaga nirlaba atau yayasan sebagai entitas dianggap akan senantiasa hidup dan beraktivitas (going concern). Artinya semua pencaatatan dibuat dengan asumsi bahwa yayasan akan tetaap beroperasi pada periode kedepan sepanjang tidak dinyatakan lain dengan anggaran dasarnya.
Bab II Pasal 16 angka (1):
Yayasan dapat didirikan untuk jangka waktu tertenntu atau tidak tertentu yang diatur dalam anggaran dasar.
Ketiga, arms length transaction and events adalah konsep dari suatu model ideal yang berarti sampai saat ditemukan suatu bukti yang valid maka suatu transaksi dapat di anggap sebagai transaksi yang dapat dibekukan. Konsep ini mengindahkan bukti formal sebagai dokumen dasar untuk pencatatan transaksi di laporan keuangan. artinya semua transaksi dianggap dibukukan dengan nilai saat transaksi terjadi secara bebas.
Keempat, pencatatan atas semua trannsaksi dalam satuan moneter. Dengan konsep ini berarti transaksi atau kejadian apapun yang mempengaruhi entitas yayasan harus diterjemah dalam satuan moneter.
Kelima, adalah tentang ketepatan dari informasi. Bila informasi diberikan sesudah tanggal dapat dikatakan informasi terlambat. Kebutuhan ini mendasari suatu konsep model akuntansi yang ideal yang menggunakan periode akuntansi. Dengan adanya periode, suatu kurun waktu dapat dinyatakan dalam satuan waktu setandar. Umumnya periode ini digunakan dalam waktu 12 bulan. Konsekuansi atas hal ini digunakan untuk memudahkan perbandingan antara satu yayasan dengan yang lainnya.
Konsep periodisasi ini melahirkan basis pencatatan akrual (acrual basis) dalam  rang mencatat transaksi yang tidak dalam periode  bersangkutan namun memiliki dampak atau pengaruh pada periode sebelumnya.
Konsep proses perbandingan berlandaskan pada penngertian bahwa tidak ada pendapatan yang muncul sendiri. Setiap pendapatan yang dicatat adalah hasil pengorbanan (biaya).
Konsep model akuntansi lain adalah konsevatif, yaitu sebagai seatu usaha menyajikan informasi yang paling aman. Konservatif senantiasa harus digunakan ketika muncul keraguan atau ketika muncul pilihan pencatatan yang memberikan efek yang bberbeda secara siknifikan. Konservatif dalam akuntansi sebagai pengakuan atas biaya baik sudah direalisasi  maupun baru pada tahap potensi akan muncul.
 
6.       Laporan Keuangan dan Komponennya
Menurut Indra Bastian, (2010 : 63) laporan keuangan adalah:
 hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan menggambarkan pencapaian kinerja program dan kegiatan, kemajuan realisasi pencapaian target pendapatan, realisai penyerapan belanja dan realisasi pembiayaan.
Sedangkan menurut Indra Bastian, (2010 : 93) pada yayasan laporan keuangan yang sering digunakan yaitu:
Laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan dan catatan atas laporan keuangan.
Selanjutnya menurut Kamsir, (2015 : 7) laporan keuangan adalah:
Laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
1. Neraca (balance sheet) atau laporan posisi keuangan
Menurut Kasmir, (2015 : 8)  Neraca merupakan:
Laporan yang menunjukkan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal perusahaan (ekuitas) perusahaan pada saat tertentu.
Sedangkan  menurut James M. Reeve (2012:22) neraca adalah:
Daftar asset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada waktu tertentu, biasanya pada tanggal akhir dari bulan dan tahun tertentu.
Selanjutnya Sujana Ismaya, (2012 : 18) mendefinisikan laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
Daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh.
Laporan posisi keuangan terdiri dari:
a.      Aset
Aktiva (asset) lembaga disebutkan dalam laporan keuangan berdasarkan urutan likuiditas dikonversi atau dicairkan menjadi uang kas. Yang termasuk golongan aktiva lancar adalah uang kas, deposito, tagihan kepada pihak lain, persediaan lain yang dimiliki oleh lembaga.
Menurut Rudianto, (2012:19) asset adalah:
Kekayaan (sumber daya) yang dimiliki perusahaan pada suatu periode tertentu. Kekayaan tersebut dapat berupa uang (kas), tagihan (piutang), persediaan barang dagang, peralatan kantor, kendraan, bangunan, tanah, dan sebagainya.
Sedangkan menurut Sofyan Syafri harahap, (2015:209) aseet adalah:
 Kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasi di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang sudah berlalu.
b.      Kewajiban (liabilities)
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2015:211) kewajiban adalah:
Saldo kredit atau jumlah yang harus dipindahkan dari saat tutup buku ke periode tahun berikutnya berdasarkan pencatatan yang sesuai dengan prinsip akuntansi (saldo kredit bukan akibat saldo negative aktiva).
Sedangkan menurut Ruidanto, (2012:19) kewajiban adalah:
Kewajiban untuk membayar kepada pihak lain sejumlah uang atau barang atau jasa di masa depan akibat transaksi di masa lalu. Kewajiban pada laporan posisi keuangan menunjukkan sebagian dari harta kekayaan yang dimilki perusahaan berasal dari pinjaman pihak lain di masa lalu.
Kewajiban/utang merupakan klaim pihak ketiga atas aktiva lembaga. Klaim utang lembaga disusun menurut urutan jatuh tempo saat kewajiban harus dipenuhi. Kewajiban memiliki pengelompokan menurut waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun/siklus operasi normal lembaga diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek.
c.  Aktiva Bersih/Modal
Aktiva bersih lebih dikenal dengan sebutan modal. Pada lembaga nirlaba aktiva bersih dibedakan berdasarkan batasan yang melekat padanya. Suatu lembaga menerima sumbangan dimana penyumbang secara jelas mencantumkan bahwa sumbangannya hanya dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Sumbangan dari donatur digolongkan aktiva bersih yang dikategorikan aktiva bersih terikat permanen, setelah satu tahun kegiatan terlaksana maka sumbangan tadi akan digolongkan menjadi aktiva bersih terikat temporer.
Menurut Sofyan Syafri Harahap, (2015 : 213) modal adalah:
Suatu hak yang tersisa atau aktiva suatu lembaga (entity) setelah dikurangi kewajibannya. Dalam perusahaan, equity adalah modal pemilik.
Sedangkan menurut Rudianto (2012:19) modal adalah:
Kontribusi pemilik pada suatu perusahaan  yang berbentuk perseroan terbatas, sekaligus menunjukkan bukti kepemilikan dan hak milik atas perseroan terbatas tersebut.
Tabel  II.2
Laporan Posisi Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 20X1

Aktiva:

Kas dan Setara Kas
Piutang Bunga
Persediaan dan biaya dibayar dimuka
Piutang lain-lain
Inventasi lancar
Aktiva terkait untuk investasi dalam tanah, dan peralatan
Tanah, bangunan dan peralatan
Inventasi jangka panjang



Rp  xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
    xxx.xxx.xxx
   xxx.xxx.xxx
Jumlah Aktiva
Rp  xxx.xxx.xxx

Kewajiban dan Aktiva bersih
Utang usaha
Pendapatan diterima dimuka yang dapat dikembalikan
Utang lain-lain
Utang wesel
Kewajiban tahunan
Utang jangka panjang
Rp  xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
Jumlah Kewajiban
Rp  xxx.xxx.xxx

Aktiav bersih:
 Tidak terikat
Terikat temporer (catatan B)
Terikat Permanen (catatan C)

Rp  xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
Jumlah Kewajiban dan Aktiva Bersih
Rp  xxx.xxx.xxx

Sumber : Indra Bastian, Akuntansi Keuangan Yayasan dan Lembaga Publik,
    Penerbit Erlangga, Jakarta, 2010, Hal. 94

2.      Laporan Aktivitas
Menurut Pahala Nainggolan, (2005 : 63) laporan aktivitas terdiri dari dua bagian yaitu:
Pendapatan dan biaya lembaga. Pendapatan berasal dari sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, terikat permanen atau terikat temporer tergantung ada tidaknya pembatasan. Pendapatan yang didapat dari investasi lain disajikan sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat kecuali jika penggunaannya dibatasi.

Laporan aktivitas lembaga nirlaba selain menyajikan pendapatan yang terkait dengan kegiatan pokok lembaga juga menyajikan pendapatan lain termasuk transaksi  insidental atau peristiwa lain yang berada diluar pengendalian lembaga. Misalnya, keuntungan atau kerugian penjualan tanah atau gedung yang tidak digunakan lagi. Semua pendapatan dinyatakan dalam jumlah kotor artinya seluruh pendapatan disajikan dan beban yang terkait disajikan bersama pada periode yang sama. Beban disajikan dalam laporan aktivitas berdasarkan kriteria fungsional. Dengan demikian beban akan terdiri dengan biaya kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung.
Tabel  II.3
Laporan Aktivitas
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 20X1
Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat :

Pendapatan dan Penghasilan :

Sumbangan
Jasa layanan
Penghasilan investasi jangka panjang
Penghasilan investasi lain-lain
Penghasilan bersih investasi jangka panjang belum
direalisasi
Lain-lain




Rp  xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak  Terikat
Rp  xxx.xxx.xxx

Aktiva bersih Yang berakhir Pembatasannya :


Pemenuhan Program Pembatasan
Pemenuhan Pembatasan Perolehan Peralatan
Berakhirnya Pembatasan Waktu
Rp  xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx

Jumlah Aktiva Yang  Telah Berakhir Pembatasanya
Rp  xxx.xxx.xxx

Jumlah Pendapatan, penghasilan, dan Sumbangan Lain
Rp  xxx.xxx.xxx
Beban dan Kerugian :

Program
Manajemen dan umum
Pencairan dana


Rp  xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
Jumlah Beban
Rp  xxx.xxx.xxx

Kerugian akibat kebakaran
xxx.xxx.xxx

Jumlah Beban dan Kerugian
Rp  xxx.xxx.xxx

Kenaikan Jumlah Aktiva Bersih Tidak Terikat
Rp  xxx.xxx.xxx

Perubahan Aktiva Bersih Terikat Temporer :
Sumbangan
Penghasilan investasi jangka panjang
Penghasilan bersih terealisasikan
Terealisasikan dari investasi jangka panjang
Aktiva bersih terbebaskan dari pembatasan


Penurunan Aktiva Bersih Terikat Temporer

Rp  xxx.xxx.xxx
 Perubahan Aktiva Bersih Terikat Permanen :

Sumbangan
Penghasilan dari investasi jangka panjang
Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang


Rp  xxx.xxx.xxx

       xxx.xxx.xxx

Kenaikan Aktiva Bersih Terikat Permanen
Rp  xxx.xxx.xxx

Kenaikan Aktiva Bersih
Aktiva Bersih Pada Awal Tahun
Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun
       xxx.xxx.xxx
       xxx.xxx.xxx
Rp  xxx.xxx.xxx
Sumber : Indra Bastian, Akuntansi Keuangan Yayasan dan Lembaga Publik,
    Penerbit Erlangga, Jakarta, 2010, Hal. 95

3.        Laporan Arus Kas (statement of cash flows)
Menurut James M. Reeve (2012:22) laporan arus kas adalah:
Ringkasan dari penerimaan dan pembayaran kas untuk periode tertentu, seperti satu bulan atau satu tahun.
Sedangkan menurut Rudianto, (2012 :19) laporan arus kas aadalah:
Laporan yang menunjukkan aliraan uang yang diterima dan yang digunakan perusahaan selama satu periode akuntansi, beserta sumbernya.
Tiga kelompok aktivitas utama tersebut adalah:
                        1)      Aktivitas operasi, yaitu berbagai aktivitas yang berkaitan dengan upaya perusahaan untuk menghasilkan produk sekaligus semua yang terkait dengan upaya menjual produk tersebut.
                        2)      Aktivitas investasi, yaitu berbagai aktivitas yang terkait dengan pembelian dan penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan.
                        3)      Aktivitas pembiayaan, yaitu semua aktivitas yang berkaitan dengan upaya mendukung operasi perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumber beserta konsekuensinya.

Selanjutnya menurut Indra Bastian, (2010 : 66) laporan arus kas adalah:
Laporan yang menggambarkan perubahan posisi kas dalam satu periode akuntansi. Didalam laporan arus kas, perubahan posisi kas akan dilihat dari tiga sisi yakni dari kegiatan operasi,  pembiayaan dan investasi.
Laporan ini akan memberikan informasi tentang arus kas masuk maupun keluar dari institusi pendidikan yang berguna untuk memberikan gambaran alokasi kas dalam berbagai kegiatan institusi pendidikan.

Terdapat dua metode untuk menyajiakan arus kas, metode langsung dan metode tidak langsung. Beda antara dua metode tersebut pada cara memperoleh angka arus kas dari aktivitas operasi. Metode langsung arus kas riil yang dihitung sedangkan metode tidak langsung dengan melakukan penyesuaian terhadap net income (laba bersih). Diantara kedua metode yang sering digunakan metode tidak langsung karena metode langsung banyak membutuhkan waktu dan biaya.
4.        Catatan Atas Laporan Keuangan
Menurut Pahala Nainggolan, (2005 : 69) catatan atas laporan keuangan bertujuan:
Memberikan informasi tambahan tentang perkiraan-perkiraan yang dinyatakan dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan berupa rincian dari suatu perkiraan yang disajikan seperti aktiva tetap.
Sedangkan menurut Kasmir (2015 : 9) catatan atas laporan keuangan adalah:
Laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebab penyebabnya.
Selanjutnya menurut Rudianto,(2012:20) catatan atas laporan keuangan  adalah:
Informasi tambahan yang harus diberikan menyangkut berbagai hal yang terkait secara langsung dengan laporan keuangan yang disajikan entitas tertentu, seperti kebijakan akunatnsi yang digunakan perusahaan, dan berbagai informasi yang relevan dengan laporan keuangan tersebut.
Catatan atas laporan keuangan digunakan untuk memberikan informasi mengenai kebijakan akuntansiyang dilakukan misalnya metode penyusutan apa yang digunakan dalam menghitung biaya depresiasi aktiva tetap, berapa estimasi usia pakai aktiva dan lain sebagainya. Untuk aktiva bersih (pendapatan) catatan atas laporan keuangan memberikan gambaran mengenai restriksi/pembatasan yang dikenakan kepada aktiva bersih.
B.     Hipotesis
Berdasarkan latar belakang masalah dan telaah pustaka yang dikemukakan diatas, maka berikut ini dikemukakan hipotesis penelitian yaitu :
“Penerapan Akuntansi Pada Yayasan Nurul Iman belum sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum”.

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Objek dan Lokasi Penelitian
Objek penelitian ini adalah Yayasan  Nurul Iman Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.
B.     Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dikumpulkan di dalam penelitian ini dibedakan atas dua bagian yaitu sebagai berikut :
1.      Data primer, merupakan data dan informassi yang dikumpulkan dari yayasan masih dalam bentuk baku dan masih memerlukan pengolahan lebih lanjut, jenis data primer ini antara lain yaitu data yang diperoleh dari pengurus Yayasan Nurul Iman, keterangan-keterangan yang berupa laporan kemudian diolah dan disusun kembali.
2.      Data Sekunder  yaitu data yang penulis peroleh dari yayasan dalam bentuk yang telah jadi tanpa mengalami perubahan, jenis data sekunder ini antara lain yaitu laporan keuangan, sejarah umum dan struktur organisasi.
Sedangkan yang menjadi sumber data dalam penyusunan proposal ini adalah bersumber dari semua catatan, dokumentasi tertulis, keterangan lisan dan tulisan yang dapat diberikan oleh pimpinan yayasan, kepala bagian akuntansi dan pihak lain yang dapat membantu dalam penelitian ini.



Text Box: 27
 
C.    Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang diperlukan sebagai landasan dalam penyusunan proposal ini, maka penulis melakukan penelitian lapangan dengan metode :
1.      Teknik wawancara yaitu pengumpulan data denganmelakukan wawancara langsung dengan pihak yang berkompeten dalam yayasan yang mengetahui tentang permasalahan yang diangkat guna memperoleh informasi yang akurat sehubungan dengan penerapan akuntansi keuangan yayasan. Wawancara dilakukan dengan bagian keuangan dan pimpinan yayasan.
2.      Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data sekunder sehubungan dengan penerapan akuntansi keuangan yayasan yang diterapkan dalam Yayasan Nurul Iman seperti laporan keuangan, sejarah berdirinya yayasan dan kegiatan operasional yayasan.
D.    Teknik Analisis Data
Dalam  menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu menganalisis terhadap kenyataan-kenyataan  yang telah ditemui, kemudian dihubungkan dengan teori-teori yang penulis dapat diambil suatu kesimpulan apakah Yayasan Nurul Iman  telah menerapkan akuntansi yang berterima umum. Kemudian ditarik suatu kesimpulan untuk disajikan dalam bentuk laporan penelitian.



 
BAB IV
GAMBARAN UMUM YAYASAN

A.    Sejarah Singkat Yayasan
Yayasan Nurul Iman adalah sebuah yayasan organisasi nirlaba yang bergerak dibidang pendidikan. Yayasan Nurul Iman didirikan di Renga Kabupaten Indragiri Hulu pada tanggal 1968 berdasarkan akta notaris No. 33 tahun 1987.
Adapun visi dan misi dari didirikan Yayasan Nurul Iman adalah:
1.      Visi
Mencetak generasi islami yang beriman dan bertaqwa, beraqidah lurus, berakhlakqul karima serta tinggi prestasi akademiknya.
2.      Misi
a.       Mendidik siswa dengan penuh kasih saying, adil dan jihad fisabillah
b.      Membimbing siswa dengan uswatun khasanah
c.       Mendidik aqidah siswa sesuai dengan al quran dan as sunnah
d.      Menjalankan disiplin dengan konsekuen
e.       Meningkatkan kerja sama yang baik antara guru dengan orang tua murid
f.       Menciptakan suasana lingkungan pendidikan dan kekeluargaan yang harmonis dan islami
g.      
29
 
Meningkatkan semangat dan kreativitas guru
h.      Meningkatkan rasa tanggung jawab guru terhadap siswa
i.        Meningkatkan kekompakan antara komponen yang ada.
B.  Struktur Organisasi
Didalam sebuah organisasi, kita mengenal adanya struktur organisasi yang memuat tentang suatu kumpulan orang-orang atau bagian-bagian yang mempunyai suatu tujuan yang inginkan pada saat aktivitas. Dalam menjalankan tujuan yayasan ini, kita dapat melakukannya hanya dengan sendiri, kita memerlukan  adanya bantuan dari orang lain yang dapat diajak bekerjasama dalam melakukan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing, dengan demikian suatu yayasan merupakan suatu bentuk organisasi.
Agar suatu organisasi berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, maka diperlukan adanya dasar-dasar atau prinsip-prinsip yang harus dianut oleh suatu organisasi adalah adanya pembagian tugas, rentang kekuasaan, perumusan tujuan organisasi harus jelas, delegasi kekuasaan, tingkat-tingkat kekuasaan.
Prinsip-prinsip diatas harus dianut oleh setiap organisasi karena tanpa adanya tujuan yang jelas, maka kegiatan tidak akan terlaksana dengan baik. Demikian dengan pembagian tugas yang jelas, maka akan menyebabkan kesimpang siuran dalam pelaksaan pekerjaan. Oleh sesbab itu batas-batas wewenang harus ada dan dapat diterima oleh setiap bagian yang ada didalam organisasi, agar tugas dan pekerjaan dapat dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Yayasan  Nurul Iman memiliki struktur organisasi seperti yayasan lainnya, yang terdiri dari beberapa bagian sebagaimana uraian berikut ini:

1.      Ketua Umum Yayasan
2.      Ketua yayasan
3.      Wakil ketua yayasan
4.      Sekertaris
5.      Bendahara
6.      Koordinator sekolah
  1. Kepala sekolah
  2. Wakil kepala sekolah
  3. Majelis Guru
Dimana masing-masing bagian tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda sebagaimana lazimnya pada suatu perusahaan. Untuk lebih jelasnya mengenai pengurusan yayasan, berikut gambar IV.I bentuk struktur organisasi pada Yayasan Nurul Iman.
            Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam struktur organisasi Yayasan  Nurul Iman secara garis besar sebagai berikut:
1.      Ketua Umum Yayasan
Dipilih oleh dan dari anggota yayasan dalam rapat anggota dan bertanggungjawab kepada rapat anggota.
Adapun tugas ketua umum yayasan adalah sebagai berikut:
a.       Mengawasi penerapan pelaksanaan keputusan rapat anggota
b.      Memeriksa dan meneliti kebenaran buku-buku dan catatan-catatan yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan organisasi dan usaha yayasan
c.       Mengawasi kurikulum sekolah sesuai dengan peraturan yang ada
2.      Ketua Yayasan
  1. Merumuskan arah kebijakan yayasan berdasarkan rencana yang ditetapkan
  2. Mengangkat dan menghentikan bawahan
  3. Mengawasi jalannya operasi yayasan, keuangan, dan perkembangan usaha.
3.      Wakil Ketua Yayasan
a.       Mewakili ketua yayasan dalam menjalankan tugas apabila ketua yayasan yang berhalangan.
b.      Dapat mewakili ketua yayasan dalam mengambil keputusan perkembangan usaha.
4.      Sekretaris
  1. Mengatur rapat yayasan
  2. Menyusun peraturan-peraturan yayasan
  3. Menganggendakan surat menyurat
5.      Bendahara
  1. Melaksanakan pembukuan keuangan yayasan
  2. Menyusun laporan keuangan yayasan
  3. Mengatur pengeluaran dan penerimaan dana yayasan
6.      Koordinator Sekolah
  1. Kepala Sekolah
1.      Merencanakan, menyusun dan mengembangkan program kegiatan sekolah
2.      Mengarah, mengawasi, membina dan menilai semua kegiatan sekolah
3.      Mengelola administrasi kepegawaian dan kekayaan sekolah
4.      Mengadakan dan mengadakan hubungan orang tua, instansi dan masyarakat umum.
5.      Bertanggung jawab kepada atasannya atas keberhasilan pelaksanaan seluruh kegiatan dalam sekolahnya.
  1. Wakil Kepala Sekolah
1.      Mengatur dan melaksanakan prestasi guru
2.      Memberikan saran-saran kepada kepala sekolah demi kemajuan sekolah
3.      Mengatur pelaksanaan piket harian
4.      Mengatur pelaksanaan jam guru
  1. Mejelis Guru
1.      Menjalankan proses belajar-belajar
2.      Menyusun hasil akhir belajar mengajar
C. Aktivitas Organisasi
Kegiatan Yayasan  Nurul Iman  sebagai pemgembangan menjalankan usaha dalam bidang usaha pendidikan.  Aktivitas yang dilaksakan Yayasan  Ismailiyah meliputi:
1.      Proses belajar mengajar
2.      Upacara bendera
3.      Senam kesegaran jasmani
4.      Estra kulikuler melipti : Kegiatan pramuka, Olah raga, Paskibraka, Dll
5.      Pembinaan bakat dan prestasi seperti:
a.       Pendalaman mata pelajaran bagi murid-murid yang berprestasi khusus
b.      Bina musika
c.       Seni suara





















 
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dari uraian  kajian pustaka telah dijelaskan  mengenai  pentingnya peranan akuntansi dalam suatu organisasi. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai penerapan akuntansi yang dilakukan dalam kegiatan organisasi pada Yayasan Nurul Iman. Berdasarkan permasalahan yang dikemukan pada bab I dan berpedoman pada teoritis yang releven seperti yang diuraikan pada bab II, maka penulis akan mencoba menganalisis tentang akuntansi yang diterapkan pada Yayasa Nurul Iman adalah:
A.    Penerapan Akuntansi Pada Yayasan Nurul Iman
35
 
Yayasan Nurul Iman Rengat Kabupaten Indragiri Hulu adalah yayasan yang bergerak dibidang pendidikan berupa Madrasah Tsanawiyah. Yayasan adalah sebuah organisasi nirlaba. Yayasan Nurul Iman menggunakan sistem pencatatan basis acrual (accrual basis) yaitu  pencatatan transaksi dan peristiwa yang ada pada saat terjadinya. Dalam  penerimaan pembayaran SPP, SPP yang dibayarkan oleh siswa dicatat sebagai Pendapatan dan untuk pencatatan penunggakan SPP dicatat sebagai piutang SPP.  Sedangkan  proses akuntansi  yayasan dilakukan dengan cara mencatat setiap transaksi yang terjadi ke dalam buku harian penerimaan kas dan pengeluaran kas. Selanjutnya dari transaksi tersebut direkap ke dalam buku bulanan dan proses selanjutnya dengan melakukan penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca. Laporan laba rugi dilakukan dengan menbandingkan jumlah pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan. Neraca mengambarkan tentang aktiva, kewajiban dan modal yang diperoleh dalam suatu periode.
Contoh jurnal transaksi accrual basis adalah sebagai berikut :
Tanggal 06/02/2018 Penerimaan tunggakan SPP siswa Rp. 2.100.000,-
Jurnal:
Kas                  Rp. 2.1000.000,-
            Piutang SPP                Rp. 2.100.000,-
B.     Analisis penerapan Akuntansi Pada Yayasan Nurul Iman
Dalam prinsip akuntansi berterima umum untuk yayasan, setiap transaksi harus langsung dijurnal kemudian diposting kedalam buku besar dan dibuat neraca saldo, selanjutnya dibuat jurnal penyesuaian dan terakhir membuat laporan keuangan berupa laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pelaksanaan akuntansi  Yayasan Nurul Iman berikut ini:
1.      Jurnal
Dalam melakukan pencatatan transaksi-transaksi yang terjadi yayasan dicatat kedalam buku harian. Seperti table V.1:
Tabel V.1
Buku Kas Harian
Bulan Februari 2016
TANGGAL
KETERANGAN
MASUK
KELUAR
SALDO
06/02/2016
Penerimaan Uang SPP
        29.700.000,00

         29.700.000,00
06/02/2016
Tunggakan SPP
2.100.000,00

31.800.000,00
08/02/2016
Bayar gaji guru

         20.400.000,00
         11.400.000,00
09/02/2016
Biaya listrik

1.320.800,00
10.079.200,00
Sumber: Yayasan Nurul Iman
Seharusnya Yayasan Nurul Iman dalam pencatatan transaksinya mencatat ke dalam jurnal sebagai berikut:
Tabel V.2
Jurnal Penerimaan Kas
Februari 2016
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Kas
Kredit
Piutang
Kredit
Akun Lainnya
06/02/2016
Pendapatan SPP

29.700.000,00

29.700.000,00
06/02/2016
Piutang SPP

2.100.000,00
2.100.000,00

Sumber: Data Olahan
Tabel V.3
Jurnal Pengeluaran Kas
Februari 2016
Tanggal
Akun
Ref
Debit
Kas
Kredit
Piutang
Kredit
Akun Lainnya
08/02/2016
Beban Gaji

         20.400.000,00
         20.400.000,00

09/02/2016
Biaya Listrik

           1.320.800,00
           1.320.800,00

Sumber: Data Olahan

2.        Buku Besar
Dalam proses penyusunan laporan keuangan, Yayasan Nurul Iman telah melakukan penyusunan buku besar. Bentuk buku besar Yayasan Nurul Iman sebagai berikut:
Tabel V.4
Rincian Kas
Desember 2015
Tgl
Keterangan
Mutasi
Saldo
Masuk
Keluar
06-02-16
Penerimaan SPP
29.700.000,00
0,00
29.700.000,00
06-02-16
Tunggakan SPP
2.100.000,00
0,00
31.800.000,00
08-02-16
Beban Gaji

20.400.000,00
11.400.00,00
09-02-16
Stempel
1.320.800,00
0,00
10.079.200,00
Sumber: Yayasan Nurul Iman
Sebaiknya Yayasan Nurul Iman dalam pencatatan transaksi jurnal ke dalam buku besar sebagai berikut:
Tabel V.5
Buku Besar Kas
Februari 2016
Tgl
Keterangan
Ref.
Debit
Kredit
Saldo


06/02/2016
Pendapatan SPP

29.700.000,00

29.700.000,00     

06/02/2016
Piutang SPP

2.100.000,00

31.800.000,00

08/02/2016
Beban Gaji


         20.400.000,00
         11.400.000,00

09/02/2016
Biaya Listrik


           1.320.800,00

10.079.200,00

Sumber: Data Olahan

3.      Neraca Saldo
Yayasan Nurul Iman tidak menyusun neraca saldo, dari transaksi yang terjadi yayasan mencatat kedalam buku harian selanjutnya direkap bulanan langsung disusun laporan keuangan, seharusnya Yayasan Nurul Iman menggunakan neraca saldo dalam proses akuntansinya seperti tabel V.6
Tabel V.6
Neraca Saldo
31 Desember 2016
Nama Akun
Ref.
Debit
Kredit


Kas & Bank

306.573.053,00


Piutang Usaha

45.210.000,00


Perlengkapan

19.987.650,00


Biaya dibayar dimuka

26.624.190,00


Hutang Yayasan

31.227.636,00


Pendapatan Yayasan


586.852.010,00

Beban gaji


244.850.000,00

Sumber: Data Olahan
4.         Jurnal Penyesuaian
Yayasan Nurul Iman tidak membuat jurnal penyesuaian. Seharusnya Yayasan Nurul Iman membuat jurnal penyesuaian agar nilai akun-akun yang ada dilaporan keuangan menunjukkan nilai sebenarnya.
C.    Proses Penyusunan Laporan Keuangan
Dari penelitian yang dilakukan bahwa pada pada akhir penyusunan laporan keuangan terdapat perkiraan yang belum disesuaikan yaitu:
1)      Perlengkapan
Saldo perlengkapan yayasan Nurul Iman pada tahun 2016 sebesar Rp.19.987.650,-. Setelah dilakukan penelitian bahwa yayasan tidak melakukan jurnal penyesuaian terhadap perlengkapan yang telah terpakai, sehingga pada akhir periode tidak menceriminkan nilai yang sebenarnya. Dari penelitian dan wawancara yang dilakukan kepada pihak bendahara  diasumsikan bahwa sisa perlengkapan pada tahun 2016 sebesar Rp. 3.617.650,-. Berdasarkan data tersebut besarnya nilai perlengkapan yg menjadi beban adalah sebagai berikut:
Saldo Perlengkapan 2016                   Rp. 19.987.650,-,-
Sisa Perlengkapan                               Rp.   3.617.650,-
Perlengkapan yang terpakai                Rp.  16.370.000,-
Berdasarkan perhitungan di atas maka seharusnya jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Beban Perlengkapan   Rp. 16.370.000,-
Perlengkapan               Rp. 16.370.000,-

2)      Biaya dibayar dimuka
Setelah dilakukan penelitian bahwa yayasan tidak melakukan penyesuaian terhadap biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya sewa mobil selama 3 hari, saldo awal sewa dibayar dimuka dan Pph pasal 21 terhutang tahun 2016 sebesar Rp.26.624.190,00. Dari penelitian dan wawancara yang dilakukan kepada pihak bendahara  diasumsikan sewa mobil selama 3 hari dibulan Desember 2016 sebesar Rp. 12.000.000,00 dijurnal sebagai sewa dibayar dimuka, seharusnya transaksi pengeluaran kas yang terjadi dibulan desember tidak dicatat sebagai biaya dibayar dimuka yang berpengaruh terhadap laporan posisi keuangan tetapi dicatat sebagai biaya yang berpengaruh terhadap laporan aktivitas sehingga saldo akhir biaya dibayar dimuka sebesar Rp.7.284.211,00.Berdasarkan data tersebut besarnya biaya dibayar dimuka yg menjadi beban adalah sebagai berikut:
Saldo biaya dibayar dimuka 2016                                          Rp. 26.624.190,-
Saldo awal  Desember                        Rp.   7.339.979,-

Sewa  Mobil                                        Rp. 12.000.000,-
                                                                                                (Rp.19.339.979,-)
Saldo Biaya dimuka setelah dikoreksi                                    Rp.    7.284.211,-
Sehingga pada akhir penyusunan laporan keuangan pada akhir periode seharusnya yayasan melakukan  jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Beban Sewa                            Rp.   7.339.979,-
Biaya Sewa Mobil                   Rp. 12.000.000,-
Biaya dibayar dimuka             Rp. 19.339.979,-
3)      Aktiva tetap
Aset tetap yayasan pada tanggal 24 Juli 2016 yayasan melakukan pembelian 1 unit Leptop dengan harga sebesar Rp.4.557.000,- (lampiran 11) oleh yayasan disusutkan selama satu tahun.
Berdasarkan pencatatan yang dilakukan yayasan,  diketahui bahwa yayasan melakukan pembelian 1 unit Leptop dengan harga sebesar Rp.4.557.000,- (lampiran 11) oleh yayasan disusutkan selama satu tahun sedangkan aset tetap tersebut penggunaaannya baru 5 bulan. Maka pencatatan yang harus dilakukan yayasan adalah:
Biaya Penyusutan Inventaris              Rp. 664.562,00
            Akumulasi Penyusutan Inventaris                  Rp. 664.562,00
Perhitungan Penyusutan: Rp. 4.557.000,- x 25% x 5/12 = Rp. 474.668,00
Koreksi  beban penyusutan1.139.250,00 – 474.668,00 = Rp. 664.562,00
Dengan demikian perusahaan terlalu besar mencatat biaya penyusutan yaitu sebesar Rp. 1.139.250,00 sementara yang seharusnya sebesar Rp.474.668,00 dengan selisih Rp. 664.562,00.
Selisih ini perlu dilakukan koreksi dengan pencatatan sebagai berikut:
Koreksi sebelum tutup buku:
Akumulasi Penyusutan                       Rp. 664.562,00
            Biaya Penyusutan Inventaris                          Rp. 664.562,00
Koreksi setelah tutup buku:
Akumulasi Penyusutan Inventaris      Rp. 664.562,00
            Laba ditahan                                                   Rp. 664.562,00
Yayasan Nurul Iman dalam  penyajian laporan keuangan dilakukan dengan cara mencatat seluruh transaksi yang terjadi. Transaksi- transaksi yang terjadi diklasifikasikan kedalam buku penerimaan kas, pengeluaran kas, buku catatan tunggakan SPP dan buku hutang pada akhir bulan dicatat kedalam rekapitulasi bulanan. Pada akhir periode akuntansi dicatat rekapitulasi tahunan, dan perhitungan aktiva tetap yang disusutkan yayasan diperoleh dari aktiva tetap yang terdiri dari Inventaris Yayasan persentase 25%, Kendraan penyusutan pertahun 12,5% dan Bangunan persentase penyusutan sebesar 5% dari perhitungan aktiva tetap diperoleh beban penyusutan dan akumulasi penyusutan dari rekapitulasi bulanan  disusun laporan keuangan.
1.      Laporan Aktivitas
Laporan aktivitas terdiri dari dua bagian yaitu pendapatan dan biaya lembaga. Pendapatan berasal dari sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat, terikat permanen atau terikat temporer tergantung ada tidaknya pembatasan. Pendapatan yang didapat dari investasi lain disajikan sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat kecuali jika penggunaannya dibatasi.
Berdasarkan latar belakang masalah, diketahui bahwa laporan aktivitas yang disusun oleh Yayasan Nurul Iman tahun 2016  tidak sesuai dengan akuntansi organisasi nirlaba karena yayasan pada akhir periode tidak melakukan penyesuaian  terhadap perlengkapan yang telah terpakai, biaya dibayar dimuka dan adanya asset tetap sehingga didalam laporan aktivitas yang disajikan tidak mencerminkan nilai yang sewajarnya. Disamping itu format yang disusun oleh Yayasan  Nurul Iman  tidak sesuai dengan format akuntansi yayasan, dimana, laporan laba rugi yang seharusnya merupakan  laporan aktivitas terdapat dalam akun laba, sementara dalam  akuntansi yayasan tidak mengenal istilah laba karena yayasan merupakan organisasi nirlaba. Laporan aktivitas yang disusun Yayasan Nurul Iman terkait dengan pendapatan dan pengeluaran biaya operasional yayasan. Selisih antara pendapatan dan biaya disebut laba atau rugi.
Laporan aktivitas yang disusun oleh Yayasan Nurul Iman tahun 2016  tidak sesuai dengan akuntansi organisasi nirlaba karena yayasan pada akhir periode tidak melakukan penyesuaian  terhadap perlengkapan yang telah terpakai, biaya dibayar dimuka dan adanya asset tetap sehingga didalam laporan aktivitas yang disajikan tidak mencerminkan nilai yang sewajarnya. Disamping itu format yang disusun oleh Yayasan  Nurul Iman  tidak sesuai dengan format akuntansi yayasan, dimana selisih antara pendapatan dengan biaya didalam laporan aktivitas disebut laba atau rugi.
Laporan laba rugi yang disusun Yayasan Nurul Iman terdiri dari pendapatan dan biaya operasional yayasan, seperti pada tabel V.7 :
Tabel V. 7
Yayasan Nurul Iman


Laporan Aktivitas


Tahun 2016


Pendapatan




Sumbangan dari Swasta & Pemerintah
 Rp    58.500.000,00



Donasi Wali Murid
 Rp    26.600.000,00



Pendapatan SPP
 Rp  465.220.000,00



Pendapatan Sewa Kantin
 Rp    18.000.000,00



Pendapatan Bunga Bank
 Rp      2.261.010,00



Pendapatan Lain-lain
 Rp    16.571.000,00



Total Pendapatan


Rp 5586.852.210,00
Biaya Operasional




Gaji/tunjangan/honorarium pimpinan/pengajar/karyawan
 Rp 244.850.000,00



Biaya umum/administrasi/alat tulis menulis kantor
 Rp   22.760.900,00



Biaya publikasi/iklan
 Rp   16.798.000,00



Biaya kesiswaan
 Rp   15.230.000,00



Biaya ujian Sekolah
 Rp   15.876.000,00



Biaya sewa
 Rp     7.250.000,00



Biaya Utilitas (listrik, telepon , air)
 Rp   21.666.800,00



Bunga bank dan biaya-biaya bank lainnya
 Rp     2.758.911,00



Biaya pemeliharaan & Perbaikan
 Rp   22.550.000,00



Biaya penyusutan
 Rp   71.443.050,00



Biaya penelitian dan pengembangan
 Rp   28.600.000,00



Biaya bea siswa dan pelatihan
 Rp   27.590.000,00



Biaya pembelian buku perpustakaan & alat olah raga
 Rp   24.880.000,00



Biaya Konsumsi
 Rp   10.642.000,00



Biaya Lain Lain
 Rp   15.460.750,00



Total Biaya Operasi


 Rp  548.356.411,00

Laba Bersih


 Rp    38.495.599,00
Sumber : Yayasan Nurul Iman
Berdasarkan tabel V.8 maka laporan aktivitas yang disusun Yayasan Nurul Iman tidak sesuai dengan akuntansi yayasan dimana nilai bersih yang disajikan pada tahun 2016 sebesar Rp. 38.495.599,00. Setelah dilakukan koreksi maka pada laporan aktivitas, nilai akhir perubahan aktiva bersih adalah sebesar Rp.933.138.725,00 yang  terjadi karena adanya penyesuaian  terhadap akun-akun yang belum disesuaikan pada akhir periode. Perkiraan yang disesuaikan di dalam  laporan aktivitas adalah perlengkapan, biaya dibayar dimuka dan asset teteap.
Laporan aktivitas yang seharusnya disusun Yayasan Nurul Iman adalah seperti pada tabel dibawah ini:




Tabel V. 8
Yayasan Nurul Iman
Laporan Aktivitas
Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2016
Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat :
Sumbangan dari Swasta & Pemerintah
 Rp    58.500.000,00



Donasi Wali Murid
 Rp    26.600.000,00



Pendapatan SPP
 Rp  465.220.000,00



Pendapatan Sewa Kantin
 Rp    18.000.000,00



Pendapatan Bunga Bank
 Rp      2.261.010,00



Pendapatan Lain-lain
 Rp    16.571.000,00



Total Pendapatan


Rp 5586.852.210,00


Biaya Operasional





Gaji/tunjangan/honorarium pimpinan/pengajar/karyawan
 Rp 244.850.000,00



Biaya umum/administrasi/alat tulis menulis kantor
 Rp   39.130.900,00



Biaya publikasi/iklan
 Rp   16.798.000,00



Biaya kesiswaan
 Rp   15.230.000,00



Biaya ujian Sekolah
 Rp   15.876.000,00



Biaya sewa
 Rp   26.587.979,00



Biaya Utilitas (listrik, telepon , air)
 Rp   21.666.800,00



Biaya pemeliharaan & Perbaikan
 Rp   22.550.000,00



Biaya penelitian dan pengembangan
 Rp   28.600.000,00



Biaya bea siswa dan pelatihan
 Rp   27.590.000,00



Biaya pembelian buku perpustakaan & alat olah raga
 Rp   24.880.000,00



Biaya Konsumsi
 Rp   10.642.000,00



Biaya Lain Lain
 Rp   15.460.750,00















Total Biaya Operasi                                                               Rp.  509.864.429,00
                                                                                                Rp.    76.987.581,00
Beban Lain-lain:
Beban Peny. Aktiva tetap                                 Rp.  70.778.488,00
Beban Administrasi Bank                                Rp.     2.758.911,00
Kenaikan Aktiva Bersih Tidak terikat                                      Rp.      73.537.399,00
Perubahan Aktiva Bersih Terikat Temporer:
Sumbangan                                                                              Rp.                 -
Penurunan Aktiva Bersih Terikat Temporer                             Rp.                 -
Perubahan Aktiva Bersih                                                         Rp.        3.450.182,00
Aktiva Bersih Pada Awal Tahun                                                           Rp.    929.688.543,00
Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun                                                          Rp.    933.138.725,00
Sumber : Data Olahan



2.      Laporan Posisi Keuangan
Yayasan Nurul Iman menyusun laporan posisi keuangan dengan nama  neraca, berikut dapat dilihat dibawah ini:
         Tabel. V. 9
           Yayasan Nurul Iman

Neraca


Per 31 Desember 2016

AKTIVA
31 Desember 2016
PASIVA
31 Desember 2016
Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar
Kas & Bank
306.573.053,00
Hutang Yayasan
        31.227.636,00
Piutang Yayasan
45.210.000,00


Perlengkapan
19.987.650,00


Biaya Dbyr Dimuka
26.624.190,00
Jumlah Htg Lancar
31.227.636,00
Jumlah Aktiva Lancar
398.394.893,00
Jumlah Kewajiban
31.227.636,00
Aktiva tetap



Inventaris Yayasan stlh

Modal

Akum.Peny.Inventaris
103.304.385,00                              



    
Modal
929.688.543,00
Kendaraan& Mesin stlh
     
Laba
        38.495.599,00
Akum.Peny.Kendaraan
104.862.500,00



Bangunan stlh
      


Akum.Peny. Bangunan
                               392.850.000,00


Total Aktiva
  999.411.778,00
Total Pasiva
  999.411.778,00
Sumber: Yayasan Nurul Iman
Laporan posisi keuangan merupakan sebuah laporan keuangan yang menyediakan informasi mengenai aktiva, kewajiban dan aktiva bersih yayasan dan menyediakan informasi yang relevan dan mudah dipahami dari sudut pandang penyumbang, kreditor, dan pemakai laporan keuangan diluar yayasan.  
Berdasarkan tabel V. 9 laporan keuangan neraca Yayasan Nurul Iman sama dengan laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan. Setelah dilakukan koreksi tehadap laporan keuangan neraca yang disusun Yayasan Nurul Iman, maka saldo akhir pada laporan posisi keuangan bernilai Rp.964.366.361,00 Koreksi yang dilakukan terhadap perlengkapan yang terpakai, biaya dibayar dimuka dan koreksi penyusutan asset tetap.
    Tabel. V. 10
           Yayasan Nurul Iman

Laporan Keuangan


Per 31 Desember 2016





AKTIVA
31 DESEMBER 2016
PASIVA
31 DESEMBER 2016
Aktiva Lancar
Kewajiban Lancar
Kas & Bank
306.573.053,00
Hutang Yayasan
        31.227.636,00
Piutang Yayasan
 45.210.000,00






Perlengkapan
        3.617650,00


Biaya Dbyr Dimuka
7.248.211,00


Jumlah Aktiva Lancar
 362.684.914,00
Jumlah Kewajiban
31.227.636,00




Aktiva tetap
     
Aktiva Bersih:

Inventaris Yayasan
255.157.400,00     
Aktiva Bersih
933.138.725,00
Akum.Peny.Invnt
151.895.750,00   



103.304.385,00






Kendraan
167.780.000,00


Akum.Peny.Kendaraan
62.917.500,00   



104.862.500,00






Bangunan
441.000.000,00


Akum.Peny.Bangunan
48.150.000,00



392.850.000,00


Jumlah Aktiva Tetap
 601.681.447,00

Jumlah Aktiva Bersih
933.138.725,00
 Total Aktiva
 964.366.361,00
Total Pasiva
964.366.361,00
Sumber: Data Olahan


3.      Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan yang mengambarkan perubahan posisi kas dalam suatu periode akuntansi. Didalam laporan arus kas, perubahan posisi kas akan dilihat dari tiga sisi, yaitu aktiviatas operasi, aktivitas pembiayaan dan aktivitas investasi.
Yayasan Nurul Iman tidak melakukan penyusunan terhadap laporan arus kas sehingga tidak ada informasi yang berguna memberikan gambaran tentang alokasi kas ke dalam berbagai kegiatan yayasan.
Berdasarkan tabel dibawah, dari penyusunan laporan arus kas untuk diketahui informasi yang rinci tentang arus kas masuk dan arus kas keluar yang disajikan pada tahun 2016 sebesar Rp. 306.573.053,00  Penjelasan  tentang arus kas tersebut berguna untuk memberikan gambaran tentang kegiatan yang berhubungan dengan akun kas yang dilakukan oleh Yayasan Nurul Iman.
Laporan arus kas pada organisasi nirlaba menggunakan klasifikasi dan definisi yang sama halnya perusahaan bisnis, kecuali bahwa deskripsi aktivitas pembiayaan diperluas sehingga juga mencakup sumber daya yang dibatasi penggunaannya oleh donatur untuk tujuan jangka panjang. Laporan arus kas nirlaba melaporkan aktivitas investasi dari sumbangan abadi sebagai arus kas aktivitas investasi.
Seharusnya Yayasan Nurul Iman menyusun laporan arus kas seperti pada tabel dibawah ini:


Tabel V. 11
Yayasan Nurul Iman
Laporan Arus Kas
PER 31 Desember 2016



2016

Arus Kas Dari




Kegiatan Usaha




Perubahan Ekuitas:


 Rp           xxxxxxxx

Penyusutan


Rp           xxxxxxxx

Investasi Sementara


Rp           xxxxxxxx

Kenaikan Piutang Lain lain


  -

Kenaikan pinjaman guru & karyawan


Rp           xxxxxxxx

Arus Kas Dari Kegiatan Usaha


Rp           xxxxxxxx


Kegiatan Aktiva Tetap




Koreksi Akk. Penyusutan


 Rp           xxxxxxxx

Penambahan Aktiva Tetap


 Rp           xxxxxxxx

Arus Kas Dari Kegiatan Investasi


Rp           xxxxxxxx

Donasi Masuk (Keluar)


 Rp           xxxxxxxx

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan


Rp           xxxxxxxx

Kenaikan (Penurunan) Kas & Bank


Rp           xxxxxxxx

Saldo Kas & Bank Awal  Periode


 Rp           xxxxxxxx

Saldo Kas & Bank Akhir Periode


Rp           xxxxxxxx












Sumber : Data Olahan
4.      Catatan Atas Laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyajikan informasi tambahan mengenai kebijakan yang tidak dicantumkan dalam laporan keuangan lainnya. Catatan atas laporan keuangan yayasan memberikan informasi tambahan mengenai pos-pos laporan posisi keuangan dan laporan aktivitas.
Catatan atas laporan keuangan tidak disajikan dalam laporan keuangan Yayasan Nurul Iman sehingga tidak diketahui kebijakan akuntansi yang diterapkan.

















BAB VI
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukan diatas pada bab sebelumnya, maka pada bab ini penulis mencoba untuk memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Yayasan Nurul Iman menggunakan sistem pencatatan basis acrual (accrual basis). Proses penyusunan laporan keuangan Yayasan Nurul Iman yaitu dengan cara dari transaksi-transaksi yang terjadi dicatat ke dalam buku harian selanjutnya dilakukan rekap bulanan dari rekap bulanan disusun laporan keuangan.
2.      Yayasan Nurul Iman pada akhir periode tidak melakukan penyesuaian terhadap perlengkapan yang telah dipakai, biaya dibayar dimuka dan asset tetap dan tidak membuat neraca saldo sehingga laporan keuangan yang susun tidak menunjukkan nilai yang sebenarnya.
3.      Laporan aktivitas dan  neraca yang disusun oleh Yayasan Nurul Iman tidak sesuai dengan PSAK No. 45 tentang laporan keuangan yayasan.
4.      Yayasan Nurul Iman tidak menyusun laporan  arus kas dan catatan  atas laporan keuangan.
5.      Penerapan akuntansi pada Yayasan Nurul Iman belum sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum.


Text Box: 51
 
B.     Saran-saran
  1. Seharusnya Yayasan Nurul Iman menjurnal setiap transaksi yang terjadi, membuat buku besar, ayat jurnal penyesuaian, neraca saldo sesuai dengan format akuntansi yang berterima umum.
  2. Seharusnya Yayasan Nurul Iman melakukan penyesuaian terhadap perlengkapan yang telah terpakai, biaya dibayar dimuka dan asset teteap agar laporan keuangan disajikan secara baik dan benar.
  3. Dalam menyajikan laporan keuangan yayasan seharusnya yayasan menyajikan aktiva bersih tidak terikat, terikat temprer dan terikat permanen.
  4. Seharusnya Yayasan Nurul Iman melakukan penyusunan terhadap laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
  5. Seharusnya penerapan akuntansi pada Yayasan Nurul Iman  sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum.









DAFTAR PUSTAKA



 Batian, Indra, 2010, Akuntansi Yayasan Dan Lembaga Publik, Penerbit Erlangga, Jakarta,.

Harahap, Sofyan Syafri, 2015, Teori Akuntansi, Edisi Revisi, Penerbit Raja Wali Grafindo Persada, Jakarta.

Hery, 2013, Akuntansi Dasar 1 dan 2, Cetakan Kedua, Penerbit PT. Gradindo, Jakarta.

Kasmir, 2015, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan 8, Rajawali Pers, Jakarta.

Martani, Dwi. Sylvia Veronica NPS. Ratna Wardhani, Aria Farahmita. Eward Tanujaya 2012, Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK, Edisi 7, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Nainggolan, Pahala,2005, Akuntansi Keuangan Yayasan dan Lembaga Nirlaba Sejenis, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Reeve, M. James, Carl S. Warren, Jonathan E. Duchac, Ersa Tri Hanyuni, Gatot Soepriyanto, Amir Abadi Jusuf, Chaerul D. Djakman, 2012, Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia, Salemba Empat, Jakarta

Rudianto, 2012, Pengantar Akuntansi Konsep & Teknik Penyusunan laporan Keuangan, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Samryn, L.M,2015, Pengantar Akuntansi, Edisi 1, Cetakan 2, Rajawali Pers, Jakarta.

Weygandt, J.Jerry, Kieso, Donald E, kimmel, Paul D, Accounting Principles Pengantar Akuntansi, 2009, Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2011 ,PSAK, No. 45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba , Salemba Empat, Yogyakarta.