Ukuran kinerja
strategis pusat investasi
Lima langkah dalam menilai
kinerja keuangan unit-unit investasi strategis dalam sebuah perusahaan
1. Tentukan
isu-isu strategis yang melingkupi permasalahan
Electronic inc
telah mengatur dirinya menjadi sejumlah unit-unit yang didesentralisasikan
termasuk unit-unit investasi strategis dimana para direktur mempunyai tanggung
jawab yang luas terhadap keputusan-keputusan operasional dan tingkat investasi
dalam unit. Para unit perusahaan ingin mengintruksikan sistem pengukuran
kinerja yang akan memungkinkan para pemiliknya untuk mengevaluasi kinerja
keuangan yang akan memungkinkan para pemiliknya untuk mengevaluasi kinerja
kauangan dari setiap pusat investasi yang telah dibuat.
2. Identifikasi
tindakan-tindakan alternatif
Tugas utama
adalah memilih satu atau lebih indikator kinerja keuangan yang dimasukkan dalam
mengukur tingkat investasi pada tiap unit indikator-indikator alternatif yang
diajukan mencakup ROI, RI, atau nilai tambah ekonomi (EVA). Global juga harus
memilih periode waktu terhadap kinerja keuangan mana yang akan dieveluasi
(contohnya, satu tahun versus dasar serangkaian waktu). Unutk transfer produk
dan jasa antar divisi, global harus memilih sistem penetapan harga transfer
yang sesuai diantara beberapa alternatif berikut: biaya variabel, biaya penh,
harga pasar, atau harga negosias. Selanjutnya, perusahaan harus menentukan
apakah harga transfer yang telah ditetapkan akan dicatat sesuai kenyataannya,
dianggarkan atau pada biaya standar. Akhirnya global harus menentukan apakah
menggunakan sistem penetapan harga transfer tunggal (single) atau rangkap dual.
3. Dapatkan
informasi dan lakukan analisis terhadap tindakan-tindakan alternatif yang telah
dibuat.
Pilihan
sistemevaluasi kinerja untuk unit-unityang didesentralisasi, seperti pusat
investasi, memiliki perlakuan konsekuensi yang penting. Sebagai coontoh, untuk
level yang lebih besar atau lebih kecil, pilihan tersebut bisa berupa
mempertahankan atau mengurangi otonomi pengelolaan, meningkatkan atau
mengurangi motivasi pengelolaan, dan untuk hasil yang lebih besar atau lebih
rendah dalam kesesuaian dengan tujuan perusahaan.
4. Berdasarkan
strategi dan analisis, pilihan dan implementasikan tindakan alternatif yang diinginkan.
Setelah
mendiskusikan persoalan-persoalan tersebut denga para konsultan, perusahaan
memilih indikator kinerja keuangan gabungan dan atau sistem penetapan harga
transfer tertentu yang mencoba untuk menyeimbangkan biaya implementasi terhadap
manfaat perilaku dan pertimbangan pajak pendapatan. Indikator-indikator kinerja
keuangan tingkat tinggi seharusnya dihubungkan secara strategis dengan BSC
perusahaan. Secra keseluruhan, sistem evaluasi kinerja yang diajukan untuk
pusat investasi miliknya akan membantu global mengimplementasikan strategi
pertumbuhannya dan menentukan pertumbuhan dibagian mana yang lebih
menguntungkan
5. Sediakan
evaluasi terus menerus dari efektivitas empat langkah yang telah dilakukan.
Kinerja keuangan
semua pusat investasi strategis perusahaan dievaluasi tiap tiga bulan. Dalam
hubungannya dengan sub unit dengan kartu skor (scorecard) perusahaan.
Selanjutnya, metrik-metrik kinerja keuangan mengacu mengacu pada kinerja
terbaik dikelas para pesaing global. Perubahan-perubahan kearah kinerja
keuangan dievaluasi, sebagaimana perubahan-perubahan potensial terhadap
terhadap sistem penetapan harga transfer yang digunakan oleh perusahaan,
didiskusikan selama pertemuan tiap tiga bulan dengan para pemilik perusahaan.
Bagian satu:
indikator kinerja keuangan untuk pusat investasi
Berdasarkan pengertian
tentang pengendalian perlu bagi manajemen puncak untuk mengevaluasi
profitabilitas setiap pusat investasi dalam hubungannya dengan jumlah modal
yang diinvestasikan daam sub unit. Pada prakitknya, menejemen puncka dapat
menggunakan satu atau gabungan dari metrik-metrik berikut: ROI, RI, atau EVA aetiap alat ukur tersbeut
dibahas pada bagian ini.pada umumnya , kita mengevaluasi setiap alternatif
tersebut berdasarkan kriteria dibawah ini:
1.
Sejauh mana ukuran tingkat tinggi memotivasi
level yang tinggi dari usaha pada bagian para pimpinan subunit.
2.
Sejauh mana penggunaan ukuran memberikan hasil
dalam kesesuaian tujuan (konsistensi antara keputusan-keputusan yang dibuat
oleh para pimpinan dab tujuan-tujuan pimpinan teratas).
3.
Sejauh mana ukuran itu memberi imbalan yang
cukup kepada para pimpinan atas usaha dan kemampuan mereka, dan atas
efektivitas setiap keputusan yang mereka buat.
Laba atas investasi
Laba atas
investasi (return on investment ROI) adalah ukuran yang paling penting
digunakan oleh kinerja keuanganpusat investasi jangka pendek. Didefinisikan
sebagai beberapa ukuran keuntungan dibagi oleh beberapa ukuran modal dalam unit
bisnis. ROI adalah pesentase, dan makin besra persentase makin bagus ROI.
Tingkat penerimaan ROI tergantung pada banyaknya faktor, termasuk kondisi
ekonomi, yang umum dan khususnya kondisi ekonomi terkini dari perusahaan.
Conothnya industri-industri bersiklus seperti penerbangan dan kontruksi rumah
memiliki ROI yang secara signifikan berubah-ubah bberdasarkan kondisi ekonomi
yang berbeda dalam menghitung ROI, “keuntungan” ( contohnya pembilang dalam
rasio) untuk pusat investasi (dibandingkan dengan perusahaan secara
keseluruhan) didefinisikan secara khusus sebagai laba operasional divisi.
Jumlah” investasi” (seperti penyebut dalam rasio) sering kali ditentukan oleh
aset dari unit bisnis.
ROI=ROSXATᶾ
ROI adalah hasil dari dua komponen, RQS dan
AT. Karena penjualan dan keuntungan berhubungan dengan angka waktu, untuk
konsistensi jumlah aset yang dugunakan untuk menghitung ROI biasanya ditentukan
dari rata-rata sederhana nilai aset diawal periode dan nilai aset diakhir
periode
ROI=ROSXAT
ROI=
keuntungan/penjualan x penjualan/aset
Laba atas
penjualan (raturn onsales ROS) atau keuntungan penjualan dalam dolar, mengukur
kemampuan direktur untuk mengendalikan biaya dan menaikkan hasil untuk
meningkatkan profitabilitas. perputaran aset (asset turnover AT) jumlah
penjualan dalam dolar yang diterima perdolar investasi, mengukur kemampuan ayng
diukur untuk menaikkan penjualan dari tingkat investasi yang diberikan .
Laba atas investasi: persoalan ukuran
Jika ROI
digunakan untuk mengevaluasi kinerja relatif untuk unit bisnis, lalu pendapatan
dan investasi harus ditentukan secara konsisten dan adil melewati unit-unit
dibawah ini.
1.
Pendapatan dan investasi, sejauh mana
kemungkinannya, diukur dengan cara yang sama untuk tiap unit. Contohnya semua
unit yangg dievaluasi harus menggunakan inventory cost flow assumptions (FIFO
atau LIFO) yang sama dalam metode penurunan yang sama pula.
2.
Metode pengukuran harus beralasan dan adil untuk
semua unit. Contohnya jika beberapa unit memiliki asset yang lebih lama
dibandingkan yang dimiliki oleh unit lain, penggunaan NBV untuk aset secara
signifikan dapat membuat ukuran ROI berat sebelah dalam menyokong unit-unit
yang lebih lama.
Pusat yang dilibatkan dalam penghitungan
produk
Metode umum untuk menghitung ROI adalah menetapkan investasi sebagai
biaya bersih aset dengan usia yang panjang ditambah modal kerja (misalnya aset
saat ini dikurangi pasiva saat ini). Kriteria kunci untuk memasukkan aset dalam
roi adalah tingkat yang dikendalikan oleh unit. Sebagai contoh, jika neraca kas
unit dikendali pada level perusahaan, hanya satu bagian (atau mungkin nol) dari
neraca lkas harus dimasukan pada jumlah investasi untuk menghitung ROI divisi.
Dengan cara yang sama, jumlah uang yang dapat diterima dan persediaan harus
memasukkan hanya hal-hal yang dapat dikendali pada level unit.
Aset dengan umur yang panjang umumnya dimaskkan pada investasi jika
barang-barang itu dapat dicatat terhadap unit (untuk aset bersama, lihat sesi
berikutnya). Namun, masalah-masalah manajemen muncul jika aset dengan umur yang
panjang disewa atau jika beberapa bagian yang penting tidak dapat dijalankan
Untuk aset pasiv, masalah utama lagi-lagi adalah pengendalian. Jika
aset yang pasiv itu memiliki penggunaan alternatif atau siap untuk dijual, aset
tersebut harus dimasukkan dalam jumlah investasi untuk ROI.
Mengukur investasi:mengalokasikan aset
bersama
Saat fasilitas bersama dilibatkan, seperti fasilitas pemeliharaan umum,
manajemen harus menentukan suatu pengaturan bersama yang adil. Seperti dalam
alokasi biaya gabungan, manajemen puncak harus mencari aset untuk bisnis yang menggunakannya
dan mengalokasikan aset yang tidak dapat dicatat atas dasar sedekat mungkin
dengan penggunaan yang sebenarnya. Sebagai contoh investasi dalam sebuah
vasilitas pemeliharaan kendaraan bisa dialokasikan berdasarkan jumlah kendaraan
dalam tiap unit atau berdasarkan nilai total kendaraan-kendaraan tersebut.
Mengukur investasi:nilai lancar
Jumlah
investasi biasanya adalah biaya historys aset divisi (historycal cost of
divisional assets) yang didevinisikan sebagai nilai buku dari aset saat ini
ditambah NBV aset berumur panjang. Nilai buku bersih ( net book value NBV)
untuk aset yang dapat menyusut adalah selisih antara harga asli aset dan
akumulasi depresiasi aset tersebut. Masalah muncul saat aset berumur panjang
merupakan bagian penting dari investasi keseluruhan karena kebanyakan aset
berumur panjang dinyatakan dalam biaya historis, dan harga berubah karena
pembelian mereka dapat membuat gambaran biaya historys tidak relevan dan
menyesatkan.
Ukuran nilai lancar 3 metode untuk mengembangkan atau memperkirakan
nilai lancar aset adalah(1) nilai buku kotor,( 2)biaya pengendalian(3)nilai
likuidasi. Nilai buku kotor (gross book value) adalah biaya historys tanpa
pengurangan untuk depresiasi. Ini adalah perkiraan yang perkiraan kasar nilai
lancar aset GBV meningkatkan NBV karena ia menghapus ketidak seimbanganatas
perbedaan usia aset dan perbedaan metode depresiasi yang digunakan terhadap
unit bisnis yang berbeda. namun, ia tidak menambahkan perubahan hanya yang
potensial pada aset sejak waktu pembelian asli.
Biaya penggantian (replacement cost) mewakili biaya saat ini untuk
mengganti aset pada tingkat layanan dan fungsi saat ini. Sebaliknya, nilai
likuiditas (liquiditations value) adalah harga perkiraan yang dapat diterima
dari penjualan aset unit bisnis efeknya, biaya penggantian adalah harga
pembelian dan nilai likuiditas adalah harga penjualan. Umumnya, biaya
pengembalian lebih tinggi dari nilai likuiditas.
Maslaha strategis mengenai penggunaan ROI
Penggunaan ROI untuk tujuan penilaian kinerja digunakan dengan baik
dalam praktik bisnis. Bamun, manajemen laporan harus waspada terhadap beberapa
batasan atau difisiensi dalam menggunakan ROI untuk mengevaluasi kinerja para
pusat investasi. Empat maslaah seperti itu: penerapan ROI sebagai indikator
kinerja dalam ekonomi berbasis pengetahuan , masalah-masalah kesesuaian tujuan
diasosiasikan dengan menggunakan berbagai indikator penilaian kinerja keuangan
jangka pendek, seperti ROI, konekuensi prilaku diasosiasikan dengan menggunakan
model model yang berbeda (contohnya NPV dan ROI) yang berkenaan dengan
investasi baru oleh unti-unit yang paling menguntungkan dari perusahaan.
PENDAPATAN
RESIDUAL
Berbeda dengan ROI, yang merupakan persentase, pendapatan
residual,(residual income RI) adalah jumlah dolar sama dengan pendapatan unit
bisnis dikurangi beban yang berhubungan untuk tingkat investasi pada unit. Beban
ditentukan dengan melipat gandakan tingkat laba minimum yang diinginkan oleh
tingkat investasi dalam divisi. RI dpata diinterpretasikan sebagai pendapatan
yang diperoleh setelah divisi membayar beban untuk dana yang diinvestasikan
oleh manajemen puncak dalam investasi.
Permasalahan mengenai ukuran investasi dan pendapatan untuk RI sama
dengan yang dibahas lebih dulu untuk ROI. Namun, RI tentu memiliki keuntungan
untuk memotivasi sebuah sub unit untuk mengejar kesempatan investasi sejauh
laba yang diharapkan investasi melampaui tingkat laba minimum yang ditetapkan
perusahaan.
Sebuah keuntungan tambahan dari RI adalah bahwa perusahaan dpat
menyesuaikan tingkat laba yang dibutuhkan untuk resiko yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, unit-unit dengan resiko bisnis yang lebih tinggi dapat
dievaluasi pada tingkat laba minimum yang lebih tinggi. Tingkat resiko yang
bertambah bisa saja dikarenakan produk-produk yang sudah usang, persaingan yang
meningkat dalam industri, atau faktor-faktor ekonomi lainnya yang memengaruhi
unit bisnis.
Keuntungan lainnya adalah bahwa hal ini memungkinkan untuk menghitung
beban investasi yang berbeda untuk tipe aset yang berbeda. Misalnya, tingkat
laba minimum yang lebih tinggi bisa digunakan untuk aset dengan umur yang
panjang yang sepertinya lebih dikhususkan dalam penggunaan dan demikian juga
belum sipa dijual.
Jangka waktu analsis
Baik ROI
maupun RI merupakan indikator kinerja keuangan jangka pendek. Pada umumnya
keduanya mencerminkan kinerja satu tahun. Oleh karena itu, beberapa perusahaan
memilih untuk mengevaluasi kedua indikator kinerja tersebut selama beberapa
tahun.kecendrungan analisis, bersama-sama dnegan penentuan tolak ukur yang
kompetitif, akan menghasilkan indikasi-indikasi kinerja tahunan dalam bingkai
penilaian, sepertinya akan mengurangi dorongan untuk mengajak dalam perilaku
jangka pendek yang tidak berpengaruh dalam profitabilita sjangka panjang. Dalam
pembahasan ROI ditemukan bahwa penggunaan depresiasi sekarang adalah salah satu
penggunaan mekanisme untuk mencapai keseuaian antara model yang digunakan untuk
pengambilan keputusan investais jangka panjang dan model yang digunakan
terdahulu untuk mengevalusi kinerja pengelolaan. Penggunaan gambaran RI dengan
ebberapa tahun dilibatkan (multiyear) adalah untuk mencapai tujuan yang sama.
Karena NPV RI selama masa proyek berlangsung, jika aliran tunai tepat seperti
yang diprediksikan, akan smaa dengan NPV dsri aliran tunai setelah pajak
bersih. Intinya, penggunaan gambaran multiyear RI membantu untuk mencapai
kesesuaian tujuan.
BATASAN PENDAPATAN RESIDUAL
Meskipun
ukuran RI secara efektif sehubungan dengan masalah penghentian ROI, ia memiliki
batasannya sendiri. Masalah kuncinya adalah karena RI bukanlah persentase, ia
tidak digunakan untuk membandingkan setiap unit dari ukuran yang berbeda secara
signifikan. RI menyokong unit-unit yang lebih besar yang akan diharapkan
memiliki RI yang lebih besar, bahkan dengan kinerja ynag relatif buruk. Selain
itu, perubahan-perubahan kecil yang relatif pada tingkat laba minimum laba secara
dramatis dapat memengaruhi RI untuk unit dengan ukuran berbeda.
Nilai tambah ekonomi
Nilai tambah
ekonomi (economic value added) merupakan perkiraan dari keuntungan ekoonomis
sebuah unit bisnis yang didorong selama waktu yang ditentukan. Dalam bentuk
sederhananya, EVA dapat didefenisikan sebagai keuntungan dikurangi beban yang
dihubungkan atas penggunaan aset (modal) selama periode tersebut.
Kita
menggambarkan ukuran penghasilan ini sebagai berikut:
Penjualan
Dikurangi:
biaya operasional biaya operasional (termasuk pajak)
Dikurangi:
financing expenses (biaya modal x jumlah modal yang diinvestasikan)
EVA
Sebagaimana
RI dan ROI, EVA adalah sebuah metrik yang berpotensi untuk mengevaluasi kinerja
keuangan unit karena secara explisit ia menggabungkan itngkat modal yang
diinvestasikan dalam ukuran. Karena itu, sama hal nya dengan RI, tidak ada
ukuran ROI dinyatakan sampai ada satu pemulihan dari biaya modal. Sama halnya
dengan RI, EVA memotivasi para direktur untuk meningkatkan investasi selama
laba investasi seperti itu setidaknya $1 melampaui biaya modal. Dalam hal ini,
penggunaan Eva ini diperkirakan lebih baik meluruskan bunga dari para pemegang
saham dan direktur perusahaan.
Pada
permukaannya, RI dan EVA terlihat smaa. Namun, terdapat perbedaan pokok. RI
dihitung seluruhnya menggunakan data akuntansi yang dilaporkan seperti berbasis
PSAK (GAAP based). Dengan demikian, ukuran profitabilitas yang dihasilkan
mengalami semua batasan yang dihubungkan dengan laporan akuntansi berbasis
historys. Sebaliknya, EVA berusaha untuk memperkirakan ekonomi, dibandingkan
akuntansi, pendapatan dan tingkat modal yang diinvestasikan.
Dengan
demikian, RI dan EVA memiliki bentuk yang sama namun berbeda secara menarik
dalam pengukuran. Tujuan keseluruhan EVA adalah untuk memberikan perkiraan
mengenai nilai tambah untuk (atau dihancurkan oleh) setiap divisi dalam
perusahaan (atau keseluruhan perusahaan itu sendiri) selama waktu yang
diberikan. Dengan demikian Eva dalah
satu pendekatan terhadap apa yang kita sebut manajemen berbasis nilai.
Memperkirakan EVA
Persamaan
untuk EVA di atas dapat dijelaskan seperti berikut ini:
EVA*= NOPAT-(K x
rata-rata modal yang di investasikan)
Dimana NOPAT= Laba
operasional tunai setelah pajak, setelah depresiasi (yaitu: jumlah satuan dana
tunai yang tersedia untuk penyedia modal).
= penghasilan – biaya
operasional tunai- depresiasi- pajak tunai pada laba operasional
Spesifikasi
dari EVA adalah:
EVA*= (r-k) x
modal
Dimana: r= tingkat ROI
=NOPAT/modal yang di investasikan
K=WACC
Keuntungan
utama dari formula di atas adalah interpretasi hubungannya:
Jika r > k
selama satu periode, maka nilai pemegang saham di naikkan selama periode
tersebut (misalnya EVA* bernilai positif).
|
Beberapa penyesuaian umum EVA
|
|
|
Penyesuaian terhadap “modal”
|
Penyesuaian terhadap “NOPAT”
|
|
Cadangan tangguhan beban pajak penghasilan
|
Perubahan pada persediaan pajak yang ditangguhkan
|
|
Persediaan LIFO
|
Perubahan pada persediaan LIFO
|
|
Perluasan R & D
|
Perubahan pada persediaan kredit macet
|
|
Persediaan kredit macet
|
Pendapatan/ pengeluaran yang tidak biasa
|
Pendekatan alternatif untuk memperkirakan
EVA NOPAT dan EVA Modal
Stewart
memberikan dua cara alternatif untuk memperkirakan EVA perusahaan pendekatan
operasi, dan pendekatan keuangan. Metode mana yang anda pilih bergantung pada
keinginan masing-masing. Jika diaplikasikan secara tepat, keduanya menghasilkan
perkiraan EVA yang sama.
Pendekatan financial
Dalam
pendekatan financial, NOPAT diperkirakan dengan membangun tingkat laba pada
modal dari perhitungan standar laba atas modal sendiri (the standard return on
equity, ROE) dalam tiga langkah:
1.
Menghilangkan keumpilan financial (misalnya efek
dari pembayaran utang )
2.
Menghilangkan apa yang disebut distorsi
financial
3.
Menghilangkan apa yang disebut distorsi
akuntansi
Pendekatan operasi
Pendekatan
operasi untuk memperkirakan NOPAT pada dasarnya diawali dengan penjualan
(tunai) dan kemudian mengurangi depresiasi dan mengulangi peningkatan ekonomi
tunai.
Menggunakan rata-rata keseluruhan aset
Rata-rata
neraca awal dan akhir digunakan untuk
total aset dimetrik kinerja karena pendapatan dapat diaplikasikan selama tahun
itu, maka dengan menggunakan rata-rata sederhana dari jumlah keseluruhan aset
tahun tiu konsisten dengan periiode yang dicakup oleh pendapatan. Sebagai
contoh, ROI compucity untuk 2010 (menganggap jumlah investasi untuk akhir tahun)
akan dihitung sebagai 13,89%
ROI=$26.000/($182.000+$192.500)/2=13,89%
BAGIAN DUA:PENETAPAN HARGA TRANSFER
Penetapan
harga transfer (transfer pricing) merupakan penentuan harga penukaran untuk
produk atau layanan saat unit-unit bisnis yang berbeda dalam sebuah perusahaan
saling bertukar.
Tujuan penetapan harga transfer
Harga
transfer digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Ini berlawanan dengan
tujuan-tujuan tersebut bahwa pilihan alternatif harga transfer dapat
dievaluasi. Sebagaimana kasus metrik kinerja keuangan yang dibahas di bagian
satu bab ini, kita dapat mengindentifikasi tiga tujuan utama dari harga
transfer:
1.
Memotivasi usaha tingkat tinggi pada bagian
manajer subunit (seperti sejauh mana metode penentuan harga transfer tertentu memelihara otomatis divisi).
2.
Kesesuasuan tujuan (seperti mencapai konsisten
antara pengambilan keputusan yang dibuat oleh manajer dan tujuan-tujuan
manajemen) sebagai contoh, satu tujuan dari penentuann harga transfer adalah
untuk meminimalkan, konsekuensi pajak pendapatan dari transfer barang dan jasa
intradivisi.
3.
Menghadiahi para manajer secara adil atas usaha
dam kemampuan ,mereka, serta keefektifan keputusan yang mereka buat.
Metode-metode penetapan harga transfer
Empat metode
yang tersedia untuk menentukan harga harga transfer adalah:
1.
Metode biaya variabe (variable cost method)
mengatur harga transfer sama dengan biaya variabel per unit penjualan.
2.
Metode biaya penuh mengatur harga transfer sama
dengan biaya transfer ditambah alokasi biaya yang telah ditentukan untuk unit
penjualan.
3.
Metode harga pasar menempatkan harga transfer
sebagai harga produk saat ini dipasar luar.
4.
Metode harga negosiasi melibatkan proses
negosiasi dan terkadang arbitrase antar unit untuk menentukan harga transfer.
5.
Penentuan harga ganda melibatkan penggunaan
harga yang dilipatgandakan untuk transfer internal.
Memilih metode penetapan harga transfer
yang tepat: sudut pandang perusahaaan secara menyeluruh
Salah satu
aspek penentuan harga transfer adalah apakah harga transfer akan mengarah pada
tindakan-tindakan yang menguntungkan perusahaan secara menyeluruh. Lihat pada
perbedaannya, kita akan bertanya apakah harga transfer memotivasi an internal transefer saat hal ini
menguntungkan perusahaan, dan apakah ini memotivasi penjualan eksternal saat
penjualan seperti dubutuhkan (dari sudut pandang perusahaan yang luas). Untuk
memmandu keputusan seperti, tiga pertanyaan harus ditunjukan:
1.
Apakah ada pemasok dari luar?
2.
Apakah biaya variabel penjual kurang dari harga
pasar?
3.
Apakah unit penjualan beroperasi pada kapasitas
penuh?
Aturan umum penetapan harga transfer
Keputusan
transferharga tertinggi adalah fungsi dari beberapa pertimbangan. Salah satunya
adalah sejauh mana harga pengalihan memotivasi keputusan yang benar dari sudut
pandang perusahaan secara keseluruhan.
Biaya relevan
adalah untuk pengambilan keputusan. Salah satu definisi biaya tersebut adalah
jumlah biaya pou-of-pocket ditambah biaya peluang (jika ada).
Aturan umum
harga transfer:
Harga
transfer minimum = biaya (misal, tunai) divisi produksi yang bertambah+ peluang
biaya perusahaan (jika ada) dengan membuat transfer internal.
Dari sudut
pandang perusahaan secara keseluruhan, aturan sebellumnya biasanya akan
memastikan bahwa keputusan optimal (transfer internal atau bukan) akan
termotivasi dengan harga transfer. Pada saat yang sama kita harus melihat
dengan benar jumlah yang ditunjukan oleh aturan umum sebagai jumlah minimum
yang harus diterima oelh divisi penjualan.
Persoalan penetapan harga transfer
internasional
Standar netral
(arms-length) diadakan untuk mengatur harga transfer untuk mencerminkan harga
yang telah ditetapkan oleh pihak ketiga yang bertindak independen. Standar
netral ditetapkan di banyak cara, namun tiga metode yang paling sering
digunakan adalah:
1.
Metode perbandingan harga (compaarable price
methode)
Adalah yang paling umum digunakan dan yang paling
diinginkan oleh jenderal pajak. Ini menetapkan harga netral dengan menggunakan
harga penjualan dari produk serupa yang dibuat oleh pihak ketiga.
2.
Metode harga penjualan kembali (resale-price
methode)
Digunakan untuk para distributor da unit penjualan
saat sedikit nilai ditambahkan dan tidak adanya operasi pabrik yang signifikan.
Pada metode ini, harga transfer berdasarkan kenaikan harga yang sesuai
menggunakan laba kotor dari produk-produk serupa yang dijual
perusahaan-perusahaan lain.
3.
Metode biaya plus (cost plus method)
Menentukan harga transfer nerdasarkan biaya penjualan ditambah
persentase laba kotor yang ditentukan dengan membandingkan penjualan oleh penjual
dengan para pihak ketiga atau penjualan para pihak ketiga tersebut dengan pihak
ketiga lainnya.
Berbagai pertimbangan internasional lainnya
Risiko pengembalian
Pengambilalihan (expropriation) terjadi saat pemerintah mengambil
kepemilikan dan pengendalian atas aset yang telah diinvestasikan oleh investor
luar di negaranya. Dalam mengatur hubungan dengan negara manapun, akuntan
manajemen berusaha untuk menemukan keseimbangan strategis diantara
tujuan-tujuan yang terkadang menimbulkan konflik tersebut. Saat ada risiko
pengambilan alih yang signifikan, perusahaan dapat mengambil tindakan yang
tepat seperti membatasi investasi baru atau mengembangkan hubungan yang
ditingkatkan dengan pemerintah luar negeri (misal dengan membayar secara nyata
pajak yang lebih tinggi kepada pemerintah tersebut melalui keputusan penentuan
harga transfer.
Meminimalkan tuntutan bea cukai
Jumlah harga transfer dapat mempengaruhi biaya keseluruhan, termasuk
tuntutan bea cukai, barang-barang yang dimpor dari unit luar negeri. Sebagai
contoh, jika tuntutan bea cukai atas bagian-bagian dan komponen yang di impor
oleh unit pabrik domestik dalam jumlah yang signifikan, harga transfer High
Value computer yang relatif rendah pada barang-barang impor ini akan
menguntungkan untuk mengurangi jumlah tuntutan bea cukai.
Pembatasan mata uang
Sebagai keuntungan yang diakumulasikan unit luar negeri, satu masalah
muncul dibeberapa negara yang membatasi jumlah dan/atau waktu pengiriman
kembali keuntungan-keuntungan tersebut keinduk perusahaan. Satu cara untuk
membuat kesepakatan dengan pembatasan ini adalah dengan menempatkan harga
transfer sehingga keuntungan diakumulasikan dalam jumlah yang relatif rendah.
Masalah ini memberi para pimpinan dan akuntan manajemen kesempatan merencanakan
tambahan dalam keadaan yang pasti.
Kesepakatan penentuan harga
lanjutan
Kesepakatan penentuan harga lanjutan (advance pricing agreement APA)
merupakan satu perjanjian antara internal revenue service (IRS) dan perusahaan
yang mengadakan harga transfer sesuai kesepakatan. APA biasanya didapatkan
sebelum perusahaan terlibat dalam transfer.. tujuan program APA adalah untuk
memecahkan perselisihanpenentuan harga transfer dalam cara terbatas dan untuk
menghindari proses pengadilan yang memakan biaya.